Moursi Bisa Hadapi Hukuman Mati Karena Bocorkan Rahasia Negara
Senin, 8 September 2014 11:51 WIB
Kairo, (Antara/Xinhua-OANA) - Presiden terguling Mesir Mohammed Moursi mungkin menghadapi hukuman mati dalam kasus membocorkan dokumen keamanan nasional kepada Qatar, demikian laporan kantor berita Mesir, MENA, Ahad (7/9), dengan mengutip satu sumber kehakiman.
Mantan presiden tersebut bersama dengan 10 orang lagi akan menghadapi pengadsilan dengan tuntutan menyerahkan dokumen keamanan nasional kepada Dinas Intelijen Qatar dan saluran televisi yang berpusat di Doha, Al-Jazeera, berdasarkan perintah dari Organisasi Internasional Ikhawnul Muslimin.
"Tuntutan yang dikeluarkan jaksa penuntut umum telah meliputi sejumlah tuntutan berdasarkan hukum pidana yang dapat membuat Moursi dijatuhi hukuman mati," kata sumber tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin siang.
Hubungan antara Qatar dan Mesir telah tegang sejak pertengahan 2013, ketika Moursi digulingkan oleh militer sesudah protes massa terhadap kekuasaannya.
Qatar adalah sekutu utama Ikhawnul Muslimin, organisasi Moursi berasal --yang dimasukkan ke dalam daftar "organisasi teroris" oleh Pemerintah Mesir pada Desember tahun lalu.
Moursi sekarang diadili dalam tiga kasus lain --menghasut terjadinya kerusuhan mematikan terhadap pemrotes, mengilhami organisasi asing dan terlibat dalam pelarian diri dari satu penjara selama protes 2011, yang menggulingkan mantan presiden Hosni Mubarak. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018