Istanbul, (Antara/Xinhua-OANA) - Polisi Turki menggunakan semprotan air dan gas air mata pada Ahad (7/9) untuk membubarkan ribuan orang yang memprotes peristiwa kecelakaan di tempat pembangunan yang menewaskan 10 pekerja pada Sabtu malam. Ribuan orang berkumpul di luar lokasi pembangunan di Kabupaten Mecidiyekov di Wilayah Eropa, Istanbul. Mereka disertai oleh wakil dari serikat pekerja di Turki. "Kami berada di sini untuk berjuang. Mulai sekarang, marilah mengobarkan perang habis-habisan melawan hukum sistem kapitalis yang menghisap darah kita," kata Arzu Cerkezoglu, pemimpin bersama konfederasi serikat pekerja Turki, KESK, di lokasi. "Kami akan berjuang sampai kami menciptakan dunia tempat kita akan hidup dalam damai," ia menambahkan, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi. Ia menuduh Partai Pembangunan dan Keadilan, yang berkuasa, AKP dan para pemimpin modal bertanggung-jawab atas kecelakaan tersebut. Omer Oztekin, salah seorang dari ke-10 pekerja, membacakan siaran pers dengan berlinang air mata setelah meminta polisi tidak menggunakan gas air mata. "Saya memiliki permintaan. Jangan gunakan gas air mata. Mari lah dengarkan suara kami," katanya. Polisi menunggu sampai Oztekin selesai membaca siaran pers itu. Namun, ketika massa mulai berpawai ke markas Torun Center, perusahaan yang bertanggung-jawab atas pembangunan tersebut, polisi mulai menyemprotkan air dan gas air mata. Banyak warga termasuk anak kecil di dekatnya terpengaruh oleh gas itu. Warga bereaksi dengan marah terhadap polisi dan meneriaki mereka agar tidak menggunakan gas air mata lagi. Pada Sabtu pagi (6/9), 10 pekerja meninggal ketika elevator jatuh ke tanah dari lantai 32 di gedung tersebut di Kabupaten Mecidiyekoy di Istanbul. Setelah kecelakaan itu, polisi menahan sembilan orang tapi belakangan membebaskan mereka. Kantor Istanbul, Serikat Insinyur Kamar Dagang Turki mengumumkan pemantauan paling akhir elevator tersebut telah dilakukan pada Mei dan tanggal pemantauan berjalan sampai 30 Agustus. Kecelakaan di tempat kerja seringkali terjadi di Turki. Menurut laporan yang disiarkan oleh Majelis Keselamtan Kerja dan Kesehatan Pegawai Istanbul, 1.100 orang meninggal dalam kecelakaan yang berkaitan dengan pekerjaan dalam tujuh bulan pertama 2014. (*/sun)