Serangan Suriah Terhadap Kubu Jihad Tewaskan 53 Orang
Minggu, 7 September 2014 7:04 WIB
Beirut, (Antara/AFP/Reuters) - Serangan-serangan udara Suriah terhadap kubu utara jihad Raqqa, Sabtu, menewaskan 53 orang, kata kelompok pemantau, memperbarui jumlah korban sebelumnya, dan menambahkan bahwa setidaknya 31 korban adalah warga sipil.
"Kami telah mendokumentasikan kematian 31 warga sipil itu, di antaranya lima wanita dan tiga anak, di Raqqa dan sekitarnya," kata Direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Rami Abdel Rahman.
Sebanyak 15 pejuang jihad lainnya dikonfirmasi tewas dalam serangkaian serangan udara, seperti selain tujuh orang tak dikenal lainnya.
Sebelumnya dilaporkan, pesawat-pesawat tempur Suriah membomi satu toko roti yang dikelola gerilyawan ISIS di kota Raqqa menewaskan 25 orang dalam serangan Sabtu, yang juga menghantam satu pusat pelatihan yang digunakan kelompok itu, kata satu badan pemantau perang itu.
Serangan-serangan udara di Raqqa, pangkalan kelompok ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) yang kini berganti nama IS (Negara Islam) sekitar 400 km timur laut Damaskus juga menhantam satu gedung yang digunakan sebagai pengadilan Islam, dan satu kantor kelompok itu, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR).
Rami Abdulrahman mengatakan toko roti itu dikelola kelompok garis keras itu.
SOHR yang mengumpulkan informasi dari semua pihak dalam perang saudara itu, mengatakan mereka yang tewas itu termasuk 12 warga sipil dan sembilan petempur ISIS.
ISIS, yang merebut daerah-daerah luas di Irak dan Suriah mengusir pasukan pemerintah Suriah terakhir dari Raqqa akhir Agustus di mana para petempurnya merebut satu pangkalan udara, menahan dan kemudian mengeksekusi sejumlah tentara Suriah.
Dalam satu berita stasiun Televisi pemerintah Suriah mengatakan kesatuan-kesatuan tentara telah menghancurkan senjata-senjata dan gudang amunisi yang digunakan para petempur ISIS di Raqqa, "menewaskan sejumlah petempur mereka di beberapa daerah". Stasiun televisi itu tidak merinci lebih jauh.
Raqqa adalah pangkalan utama ISIS di Suriah. Kelompok itu telah mnguasai sebagian besar aspek kehidupan sipil di kota itu termasuk toko roti, bank-bank, sekolah-sekolah, pengadilan-pengadilan dan masjid-masjid.
Amerika Serikat membentuk aliansi untuk menyerang kelompok itu di Irak. Presiden AS Barack Obama Jumat mengatakan sekutu-sekutu NATO siap bergabung dengan AS dalam aksi militer untuk mengalahkan kelompok itu di Irak.
Pemerintah Suriah mengatakan pihaknya diajak bekerja sama dalam memerangi ISIS. Tetapi negara-negara Barat yang mendukung para pemberontak melawan Presiden Bashar al-Assad menolak gagasan kerja sama dengan Damaskus dan menyebut Bashar sebagai bagian dari masalah itu. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Arab Saudi dan Qatar kecam keputusan Israel soal Dataran Tinggi Golan
16 December 2024 9:11 WIB, 2024
Ribuan warga Lebanon melarikan diri ke Suriah di tengah serbuan Israel
29 September 2024 5:52 WIB, 2024
Hokky Caraka akui stamina timnas U-20 sempat menurun saat melawan Suriah
06 March 2023 6:26 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018