Cameron: Inggris Aktif Pertimbangkan Persenjatai Kurdi
Jumat, 5 September 2014 7:08 WIB
Newport, (Antara/AFP) - Inggris sedang mempertimbangkan menyediakan senjata langsung bagi pasukan Kurdi yang memerangi kelompok Negara Islam di Irak utara, menurut Perdana Menteri David Cameron, Kamis, setelah kelompok milisi itu mengancam akan membunuh seorang sandera warga negara Inggris.
"Inggris membantu mendapatkan senjata untuk rakyat Kurdi dan kami siap untuk melakukan lebih. Kami sedang mempertimbangkan apakah akan aktif memberi mereka senjata secara langsung dan apakah kami dapat melakukan lebih dengan secara langsung melatih milisi Kurdi," kata perdana menteri itu kepada televisi ITV.
Angkatan Udara Kerajaan (RAF) telah mengangkut amunisi yang disediakan oleh sekutu dan peralatan non-mematikan Inggris untuk pemerintah daerah di Irbil, termasuk 10 ton pelindung tubuh asal Inggris pada Rabu malam.
Tapi London cenderung untuk langsung mempersenjatai rakyat Kurdi dan memberi mereka pelatihan setelah meningkatnya ancaman milisi Negara Islam (IS) yang telah menguasai sejumlah wilayah di Irak dan Suriah.
Kelompok ini meluncurkan video minggu ini yang menunjukkan pemenggalan kepala seorang wartawan AS kedua dan mengancam seorang tawanan Inggris, yang mendorong London untuk memperingatkan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan "setiap pilihan" untuk melindungi sandera.
Ketika ditanya apakah Inggris akan bergabung dengan AS dalam serangan udara terhadap pasukan IS, Cameron mengatakan di sela-sela Pertemuan Puncak NATO di Newport, "Saya pasti tidak mengecualikan satu pilihan pun dan saya akan selalu bertindak demi kepentingan nasional Inggris."
Setiap keputusan untuk mempersenjatai rakyat Kurdi harus dilakukan dengan persetujuan pemerintah Irak di Baghdad, kata para pejabat.
Perdana menteri itu bulan lalu menunjuk Letnan Jenderal Simon Mayall, penasihat militer pemerintah, sebagai utusan khusus ke Irak dan mengirimnya ke wilayah tersebut untuk membahas bagaimana menghadapi ancaman IS.
Pada hari Minggu, Jerman mengumumkan akan mengirim senjata ke Kurdi Irak, melanggar kebijakan pasca perang yang menolak pengiriman senjata ke zona konflik. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Resmi perpanjang kontrak, Thomas Tuchel akan terus latih Inggris hingga 2028
13 February 2026 4:41 WIB
Nusron Wahid sambut positif rencana Presiden Prabowo bangun gedung umat di eks-Kedubes Inggris
10 February 2026 10:05 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018