PKB Berusaha Hindari Konflik dalam Muktamar
Minggu, 31 Agustus 2014 18:56 WIB
Surabaya, (Antara) - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berusaha menghindari konflik dalam pelaksanaan muktamar ketiga yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (31/8).
Terkait hal itu, sejumlah elite PKB menyatakan bahwa agenda penentuan ketua umum, bagian yang paling menarik sekaligus berpotensi menimbulkan konflik dalam muktamar, tidak akan melalui pemilihan, tetapi secara aklamasi menetapkan kembali Muhaimin Iskandar sebagai ketua umum.
"Cak Imin aklamasi," kata Ketua DPP PKB yang juga Ketua Fraksi PKB DPR Marwan Ja`far di arena muktamar, di salah satu hotel di Surabaya.
Ketua DPP PKB yang juga Ketua Umum Garda Bangsa Muhammad Hanid Dhakiri juga menyatakan hal senada.
"Permintaan mayoritas DPW dan DPC Cak Imin memimpin PKB lagi," kata Sekretaris Fraksi PKB DPR RI itu.
Pernyataan yang sama juga dikemukakan Abdul Kadir Karding dan Helmy Faishal Zaini, keduanya juga ketua DPP PKB.
Oleh karena itu, berbeda dengan muktamar sebelumnya, kali ini tidak terdengar seorang kader pun yang hendak mengajukan diri sebagai calon ketua umum pesaing Muhaimin.
Meskipun membuka kesempatan kepada kader untuk mencalonkan ketua umum, Muhaimin Iskandar menyatakan siap maju jika dibutuhkan untuk menjaga agar tidak terjadi konflik terkait dengan pemilihan ketua umum, apalagi sampai terjadi praktik politik uang.
Bahkan, ketika membuka Musyawarah Nasioal Pergerakan Perempuan Kebangkitan Bangsa (PPKB), yang digelar di hotel yang sama dan hari yang sama, Muhaimin berharap pemilihan Ketua Umum PPKB juga sedapat mungkin menghindari konflik.
Ia mengisyaratkan lebih senang jika penentuan Ketua Umum PPKB dilakukan melalui musyawarah, bukan pemilihan. Berbeda dengan muktamar PKB, dalam Munas PPKB ada dua nama yang disebut-sebut siap bersaing memperebutkan jabatan ketua umum, yakni Chusnunia Chalim dan Siti Masrifah.
"Saya harap pemilihan Ketua Umum PPKB tidak berlama-lama, bagi peran saja," katanya.
Menurut Muhaimin, ada kecenderungan muncul perpecahan setelah suatu partai atau organisasi lain melaksanakan pemilihan ketua umum, yang berujung pada munculnya organisasi kembar atau sempalan.
"Ada kecenderungan muktamar menghasilkan anak muktamar. PKB semangatnya tidak perlu buang energi untuk memilih pimpinan, berlangsung aman dan nyaman tetapi menghasilkan pengurus yang kukuh," katanya.
Menurut dia, bagi PKB dalam periode 2014--2019 hanya ada satu agenda, yaitu kerja. Apalagi, PKB bertekad mengalahkan Partai Golkar pada Pemilu 2019. (*/WIJ)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Percepat perizinan berusaha, Menteri Nusron usulkan akselerasi digitalisasi 300 RDTR di 2026
23 September 2025 14:04 WIB
Bupati Rusma Yul Anwar buka Bimtek Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko bagi UMK
28 May 2024 12:18 WIB, 2024
Solok Selatan lakukan bimtek implementasi pengawasan perizinan berusaha
06 March 2024 13:58 WIB, 2024
Pemerintah luncurkan kemudahan perizinan berusaha SPKLU PLN melalui OSS yang terintegrasi AMDALNET
21 September 2023 21:58 WIB, 2023
Pelaku Usaha di Pasaman dibekali Bimtek implementasi perizinan berusaha berbasis resiko
06 September 2023 17:23 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018