PM Kamboja Kecam Militan ISIS Karena Penggal Wartawan AS
Kamis, 21 Agustus 2014 18:55 WIB
Phnom Penh, (Antara/Xinhua-0ANA) - Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, Kamis mengecam keras militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) karena memenggal kepala wartawan Amerika Serikat James Foley.
"Saya ingin bergabung dengan Presiden AS Barack Obama, warga AS dan semua pecinta perdamaian di dunia ini untuk mengutuk tindakan brutal para militan ISIS," katanya pada upacara wisuda mahasiswa di Beltei International Institute.
"Tindakan ini adalah sebuah kejahatan yang keji yang tidak boleh ditoleransi."
Perdana menteri juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Foley dan mendesak semua wartawan untuk tidak ngeri dengan kejahatan brutal itu.
Satu video yang dirilis oleh pejuang ISIS atau IS Selasa konon menunjukkan pemenggalan Foley dan berisi ancaman untuk membunuh wartawan yang lain sebagai pembalasan terhadap intervensi AS di Irak baru-baru ini.
Seorang petempur bertopeng ditunjukkan memenggal kepala seorang pria berlutut dengan jumpsuit warna oranye yang dikatakan Foley, seorang jurnalis freelance, 40 tahun, yang menghilang di Suriah pada tahun 2012.
ISIS baru-baru ini mengaku telah membentuk "Khilafah Islam" di beberapa bagian Suriah dan Irak, mengancam stabilitas kawasan.
Kelompok yang dipimpin oleh Abu Bakr al-Baghdadi itu, mengatakan tujuan mereka adalah untuk mendirikan negara Islam di Irak dan Suriah untuk melawan pemerintah pusat Irak yang dipimpin Syiah dan Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang berasal dari minoritas Alawit, satu cabang Islam Syiah. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018