35 Orang Ditemukan Dalam Peti Kemas, Seorang Tewas
Sabtu, 16 Agustus 2014 21:34 WIB
London, (Antara/Reuters) - Seorang lelaki tewas setelah pihak berwajib menemukan 35 orang, termasuk tujuh anak-anak, di dalam sebuah peti kemas kapal, yang tengah bongkar muatan di pelabuhan di Inggris timur, Sabtu pagi, kata polisi.
Dua orang dari kelompok itu, yang diduga berasal dari India, dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan parah, namun tidak mengancam jiwanya, sementara yang lain dirawat akibat kekurangan cairan dan hipotermia.
Peti kemas tersebut tengah diambil di pelabuhan Tilbury di Essex, dari sebuah kapal feri yang tiba dari Zeebrugge, Belgia.
Polisi Essex mengatakan untuk sementara mereka menangani insiden tersebut dengan dugaan pembunuhan.
"Ketika feri berlabuh, petugas pelabuhan mendengar adanya jeritan dan pukulan dari dalam kontainer," kata Superintendan Trevor Roe.
Jurubicara East of England Ambulance mengatakan, "Pemandangannya sangat menyedihkan bagi kru kami yang pertama tiba."
Petugas pelabuhan kemudian menyisir kontainer lain dalam feri tersebut untuk mencari kemungkinan adanya lebih banyak orang di dalamnya.
Belum ada penjelasan rinci mengenai berapa lama orang-orang itu berada dalam kontainer atau darimana mereka masuk.
Tilbury yang berada di Sungai Thames hanya merupakan pelabuhan kargo dan kontainer dan bukan merupakan target utama bagi imigran gelap, seperti halnya pelabuhan di pantai selatan seperti Dover.
Pihak berwenang dari imigrasi dan kesehatan masih membantu pengusutan, kata polisi. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wawako Solok buka pelatihan dasar CPNS Kota Solok tahun 2026 sebanyak 111 orang
05 February 2026 19:35 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018