Dua Pemberontak Tewas Dalam Bentrokan di Filipina Selatan
Sabtu, 16 Agustus 2014 21:16 WIB
Manila, (Antara/Xinhua-0ANA) - Dua terduga pemberontak tewas dalam bentrokan dalam pengejaran oleh pasukan pemerintah di Filipina selatan sebelum tengah hari, Jumat, kata pejabat militer.
Mayor Jenderal Ricardo Visaya, Komandan Divisi Infanteri ke-4 Angkatan Darat Filipina, mengatakan pasukan keamanan menangkap sekitar 20 anggota Tentara Rakyat Baru (NPA) di desa Binicalan, kota San Luis di Provinsi Agusan Selatan pada pukul 11.00 waktu setempat.
Visaya mengatakan, tentara menemukan mayat-mayat yang dicurigai pemberontak sayap kiri dan delapan senjata api berdaya tinggi - empat senapan AK47, dua senapan M16, sebuah peluncur granat M203 dan senapan AR15.
Tidak ada yang dilaporkan tewas atau terluka di pihak pemerintah.
Visaya mengatakan, pasukan pemerintah telah mengejar pemberontak di desa Binicalan sejak Rabu.
Ia mengatakan tentara dikirim ke desa itu setelah warga mengeluh tentang kegiatan pemerasan yang dilakukan gerilyawan NPA di daerah itu.
NPA, sayap bersenjata Partai Komunis Filipina, telah melancarkan perang melawan pemerintah Filipina sejak tahun 1969. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018