Beirut, (Antara/AFP) - Gerilyawan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) merebut sejumlah desa di Provinsi Aleppo, Suriah utara, kata satu kelompok pemantau, Rabu. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan kelompok garis keras itu merebut enam desa utara kota Aleppo, dan tidak jauh dari perbatasan dengan Turki. Pertempuran masih berlangsung untuk menguasai desa lainnya di daerah itu, Arshaf, katanya. SOHR mengatakan kelompok tersebut merebut desa-desa itu "setelah pertempuran seru dengan pemberontak dan batalyon-batalyon Islam yang tetap berada di daerah itu setelah Front Al-Nusra dan batalyon-batalyon Islam lainnya mundur akhir Juli". Front Al-Nusra, yang merupakan cabang Al Qaida di Suriah, bersama dengan kelompok pemberontak moderat dan Islam dalam satu koalisi yang mulai memerangi ISIS yang kini berubah nama menjadi IS (Negara Islam). Tetapi dalam pekan-pekan belakangan ini, Al-Nusra juga berperang menghadapi kelompok-kelompok lainnya, yang semakin merumitkan status oposisi bersenjata di Suriah. SOHR mengatakan ISIS merebut desa-desa itu merupakan satu nilai strategis, karena itu akan membuka jalan bagi kelompok itu untuk menyerang kota-kota Marea dan Azaz. Marea adalah satu pangkalan Front Islam, satu koalisi dari kelompok-elomok Islam yang di antara merea termasuk yang memerangi ISIS. Azaz terletak dekat pelintasan perbatasan dengan Turki, yang akan merupakan satu asset berharga bagi ISIS sementara kelompok itu berusaha meluaskan "kekhalifahan" yang diumumkannya sendiri di wilayah yang dikuasainya di Suriah dan Irak. Kelompok Negara Islam itu muncul dari cabang Al Qaida di Irak, dan sebelumnya berperang bersama oposisi Suriah termasuk pemberontak yang berhaluan moderat dan para petempur Al-Nusra. Tetapi tindakannya yang kejam terhadap para warga sipil dan para petempur saingannya, serta usahanya untuk menguasai daerah yang diduduki, memicu reaksi yang tidak baik. Kelompok itu diusir dari banyak daerah yang dikuasainya di Provinsi Aleppo oleh koalisi moderat dan gerilyawan Islam. Tetapi ISIS dapat merebut kembali beberapa daerah yang hilang, dan bergerak maju di Aleppo sementera mengonsolidasikan kekuasaannya di pangkalannya Provinsi Raqa dan bergerak maju di Irak. SOHR mengatakan gerak majunya di Aleppo telah didukung oleh keputusan Brigade Dawud yang berjanji setia kepada Negara Islam itu. Lebih dari 170.000 orang tewas di Suriah sejak konflik itu dimulai Maret 2011. (*/jno)