Jerman: "Tak Ada" Bantuan Militer Buat Pasukan Kurdi Irak
Selasa, 12 Agustus 2014 12:58 WIB
Berlin, (Antara/Xinhua-OANA) - Jerman telah menjelaskan bahwa "tak ada" pengiriman senjata Jerman buat pasukan Kurdi di Irak, demikian laporan stasiun televisi umum Jerman, ARD, Senin (11/8).
Juru Bicara Pemerintah Jerman Steffen Seibert pada Senin mengatakan menurut prinsip-prinsip Pemerintah Jerman, Jerman tak menyediakan senjata buat daerah konflik, kata ARD di jejaringnya.
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman memberitahu media bahwa Jerman saat ini memusatkan perhatian pada pengiriman bantuan kemanusiaan buat Irak.
Pemerintah Jerman telah menjanjikan 4,4 juta euro (5,9 juta dolar AS) dalam bentuk bantuan kemanusiaan darurat guna membantu pengungsi yang terjebak oleh kaum fanatik Negara Islam (IS) di Irak Utara.
Menurut media, Masoud Barzani --pemimpin Kurdi regional di Irak-- telah meminta senjata buat tentara Kurdi guna mematahkan gerak maju anggota IS, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang. Negara anggota Uni Eropa dilaporkan memiliki pendapat yang berbeda mengenai masalah itu.
Desakan bagi pengiriman senjata ke Irak juga datang dari Jerman. August Hanning, mantan presiden Dinas Intelijen Luar Negeri Jerman --BND-- memberitahu harian Bild pada Ahad (10/8) bahwa Pemerintah Jerman mesti segera menyediakan senjata modern buat pasukan Kurdi guna membantu mereka membela diri melawan gerilyawan.
Sementara itu, seruan meningkat di Jerman agar negeri tersebut meningkatkan perannya di tengah krisis di Irak. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebanyak 100 UMKM Terdampak Bencana di Pariaman Terima Bantuan BI--Kementerian
10 February 2026 15:34 WIB
TP PKK Pusat salurkan 500 paket bantuan ke warga terdampak bencana di Agam
06 February 2026 17:16 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018