Parlemen Baru Libya Bersidang di Tobruk
Selasa, 5 Agustus 2014 13:05 WIB
Tripoli, (Antara/Xinhua-OANA) - Parlemen yang baru terpilih di Libya mengadakan sidang pertamanya pada Senin sore (4/8) di Kota Tobruk, Libya Timur, di tengah pertempuran sengit di Ibu Kota negeri itu, Tripoli, dan Kota Benghazi di bagian timur.
"Libya bukan negara gagal," kata anggota aprlemen baru itu, Abu Bakr Baeira, ketika berbicara dalam sidang tersebut, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa. Ia juga menyeru masyarakat internasional membantu Libya, "kalau situasi tak terkendali di Libya, dunia akan menderita".
Sidang itu diadakan saat anggota milisi yang bertikai terus berperang di sekitar bandar udara internasional Tripoli, dalam upaya merebut kekuasaan atas pusat lalu lintas udara tersebut.
Di Benghazi, "Operation Dignity", yang dilancarkan oleh Jenderal Khalifa Haftar terhadap kelompok milisi fanatik, masih berkecamuk, dan pesawat tempur dilibatkan untuk menyerang kubu gerilyawan.
Menurut Kementerian Kesehatan, pertempuran itu --yang meletus hampir tiga pekan lalu-- menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai hampir 1.000 orang lagi sementara ribuan orang telah meninggalkan tempat tinggal mereka.
Setelah jatuhnya pemerintah Muammar Gaddafi pada 2011, negeri itu menderita kevakuman keamanan, saat Libya dengan sia-sia berusaha membuat penyelesaian politik yang demokratis.
Parlemen baru itu dipilih pada Juni dan akan menggantikan Kongres Nasional Umum, yang sebelumnya beroperasi. Dari sebanyak 200 kursi di parlemen, 188 terisi sementara sisa 12 kursi kosong akibat boikot atau kondisi tidak aman di beberapa wilayah pemilihan. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jadwal Indonesia vs Iran di final Piala Asia Futsal 2026, sejarah baru terukir?
07 February 2026 15:16 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018