Douma, Suriah, (Antara/AFP) - Dua belas orang tewas, di antara mereka seorang anak, dalam penembakan tentara Suriah Rabu malam di Douma, satu kota yang dikuasai pemberontak dekat Damaskus, kata kelompok pemantau. "Sedikitnya 12 orang tewas, di antaranya seorang anak dan seorang wanita ... dalam penembakan sengit oleh pasukan rezim di beberapa daerah di Douma," kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia. "Beberapa puluh lainnya, termasuk anak-anak, terluka," kata kelompok berbasis di Inggris, yang bergantung pada jaringan luas aktivis, dokter dan engacara untuk laporannya. Douma adalah benteng pemberontak di timur laut Damaskus, yang telah berada di bawah pengepungan militer lebih dari satu tahun. Seorang fotografer AFP di Douma mengatakan penembakan melanda beberapa bagian kota, di antaranya daerah pasar yang sibuk. "Penembakan datang tiba-tiba. Satu menit, anak-anak sedang bermain di pasar, berikutnya, ada bagian-bagian tubuh dan orang-orang terluka di mana-mana," kata Abd Doumany. Fotografer itu juga menjelaskan adegan grafis di salah satu kota yang dilengkapi rumah sakit lapangan. "Yang terluka dirawat di lantai," katanya, menambahkan bahwa rumah sakit yang ia kunjungi melaporkan 28 anak terluka. Beberapa orang yang terluka berbaring di samping kolam darah. Di antara yang terluka parah adalah anak-anak kecil, katanya. Video amatir yang didistribusikan oleh aktivis di Douma menunjukkan beberapa bayi dan anak-anak terluka, pakaian mereka berlumuran darah, beberapa dari mereka tergeletak di lantai rumah sakit yang penuh sesak, sementara suara ratapan dan tangisan bisa didengar. Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 170.000 orang, dan memaksa hampir separoh penduduk meninggalkan rumah mereka. Bencana ini dimulai saat pemberontakan damai menuntut Presiden Bashar al-Assad mundur, tetapi berubah menjadi perang setelah rezim melakukan penumpasan brutal terhadap perbedaan pendapat itu. (*/sun)