Beirut, (Antara/Reuters) - Pasukan oposisi Suriah meledakkan bom-bom di terowongan bawah Aleppo Selasa malam, menewaskan sedikitnya 13 pejuang yang setia kepada Presiden Bashar al-Assad di kota utara itu, kata satu kelompok yang melacak kekerasan tersebut. Bom-bom itu ditempatkan di dua terowongan di bawah bagian kota bersejarah dekat dengan kantor polisi lama, kata Observatorium untuk Hak-Hak Asasi Manusia Suriah, satu kelompok yang berbasis di Inggris yang melaporkan mengenai Suriah, dengan menggunakan jaringan sumber di lapangan. Serangan itu tampaknya dilakukan oleh brigade-brigade Islam yang melawan Bashar, katanya. Ledakan menewaskan tentara pemerintah dan kekuatan-kekuatan lain yang berjuang bersama mereka, kata Observatori menambahkan, tanpa memberikan rincian. Kantor berita negara Suriah, SANA, tidak menyebutkan serangan itu. Aleppo merupakan salah satu kota utama Suriah yang diperebutkan dan pasukan pemerintah menguasai tanah strategis di sekitarnya pada Juni, mendesak jalur utama pasokan pemberontak ke kota setelah berbulan-bulan medan pertempuran dikuasai Damaskus. Kemajuan pemerintah didukung oleh pejuang dari Kelompok Muslim Syiah Lebanon Hizbullah, sekutu Presiden Bashar al-Assad, kata sumber yang dekat dengan kelompok kepada Reuters sebelum bulan ini. Para pemberontak maju ke Aleppo, satu pusat komersial Suriah, pada 2012 dari utara dan merebut kabupaten di bagian tengah kota. Tentara sejak itu terutama menguasai barat dan selatan Aleppo, namun belum mampu mendorong keluar pejuang oposisi. Pasukan yang setia kepada Bashar kini menguasai sebagian besar Damaskus, bersama jalan raya utama dari ibu kota sampai Homs dan barat pantai Mediterania. Para pejuang oposisi, termasuk cabang Al-Qaida Negara Islam yang kuat, mengontrol sebagian besar wilayah gurun di utara dan timur negara tersebut. (*/sun)