Kamerun Pecat Dua Pejabat Militer Setelah Serangan Boko Haram
Rabu, 30 Juli 2014 6:39 WIB
Yaounde, (Antara/Reuters) - Presiden Paul Biya Selasa
memberhentikan dua perwira senior militer di Kamerun utara jauh
menyusul serangan Boko Haram di mana setidaknya tujuh orang
tewas dan istri seorang pejabat senior diculik.
Para gerilyawan dari kelompok Nigeria Islam itu memculik istri
wakil perdana menteri Kamerun dan menewaskan sedikitnya tiga orang, Minggu, dalam serangan di kota utara Kolofata yang melibatkan lebih dari 200 penyerang.
Sedikitnya empat tentara tewas dalam dua serangan terpisah akhir pekan lalu.
Menurut surat keputusan tersebut, yang diumumkan melalui radio pemerintah, Kolonel Youssa Gedeon, komandan Legiun Polisi Militer di utara, dan Letnan Kolonel Justin Ngonga, komandan ke-34 batalyon
infantri bermotor di kawasan yang sama, sama-sama diberhentikan.
Kedua petugas berada di garis depan Kamerun untuk menanggapi meningkatnya jumlah serangan Boko Haram di wilayah tersebut.
Nigeria mengatakan para gerilyawan menggunakan Kamerun sebagai pangkalan belakang.
Kamerun telah memperkenalkan langkah-langkah untuk meningkatkan
keamanan di perbatasannnya yang panjang, hutan perbatasan dengan Nigeria, dan menyebarkan lebih dari 1.000 tentara, tetapi gagal untuk menghentikan serangan Boko Haram. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018