Kabul, (Antara/Xinhua-OANA) - Beberapa anggota Taliban bersenjata menduduki satu bangunan yang belum selesai dibangun di dekat Bandar Udara Internasional Kabul dan menggunakan roket berpeluncur serta senjata berat untuk mengincar bagian militer bandar udara itu, Kamis pagi. "Pertempuran dan penembak granat berpeluncur roket ke bandar udara mulai terjadi setelah gerilyawan yang bersenjata berat menguasai bangunan empat-lantai di Permukiman Qasaba di bagian udara bandar udara tersebut sekitar pukul 04.30 waktu setempat," kata seorang pejabat polisi kepada Xinhua. Jet tempur NATO dan helikopter militer terbang di atas lokasi kejadian, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis siang. Beberapa roket menghantam kompleks tersebut dan dua ledakan kuat terjadi di dekat gedung yang diduduki, katanya. "Pelaku teror di Qasaba dikepung oleh personel pasukan keamanan dan akan segera tewas, tak ada kerusakan pada bangunan bandar udara, tak ada korban jiwa," kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Seddiq Seddiqi di akut Twitternya. Pasukan Reaksi Cepat telah tiba di lokasi dan memukul mundur serangan gerilyawan, katanya. Satu markas Angkatan Udara Afghanistan dan Komando Operasi NATO berada di sayap militer bandar udara tersebut, di ujung utara bandar udara Kabul. Semua penerbangan dibatalkan dan bandar udara itu ditutup setelah serangan tersebut, yang membuat asap tebal membubung ke udara. (*/sun)