Unama Kutuk Pemboman Bunuh Diri di Afghanistan
Rabu, 16 Juli 2014 6:52 WIB
Kabul, (Antara/Xinhua-OANA) - Misi PBB di Afghanistan, Selasa, mengutuk pemboman bunuh diri pada pagi hari yang sama sehingga merenggut sejumlah nyawa dan mencederai puluhan orang lagi.
"Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) mengutuk dengan sekeras-kerasnya serangan bunuh diri hari ini di Kabupaten Urgun di Provinsi Paktika, Afghanistan Tenggara, yang menewaskan sedikitnya 43 warga sipil, termasuk delapan anak kecil," kata misi itu di dalam satu pernyataan.
"Serangan tersebut juga melukai tak kurang dari 95 warga sipil, termasuk banyak anak kecil. Jumlah korban jiwa itu membuatnya jadi serangan paling buruk tahun ini," katanya.
Seorang pria meledakkan bom mobil di bazaar di Kabupaten Urgun, menewaskan sedikitnya 43 warga sipil saat mereka sedang berbelanja. Laporan awal menunjukkan penyeran tersebut meledakkan bomnya lebih diri setelah polisi mendeteksi peledak di dalam kendaraannya, kata pernyataan itu.
"Serangan hari ini selama Ramadhan --yang mestinya dijalani dengan semangat perdamaian dan kasih sayang-- mesti dikutuk dengan sekeras-kerasnya dan pelakunya harus dimintai pertanggung jawaban," kata Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB bagi Afghanitan dan Kepala UNAMA Jn Kubi di dalam pernyataan tersebut.
Faksi Taliban membantah mereka terlibat dalam serangan itu, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam.
"UNAMA menyampaikan belasungkawa sepenuh hatinya buat mereka yang telah kehilangan orang yang mereka cintai dalam serangan ini dan berdoa agar mereka yang cedera segera sembuh," kata pernyataan tersebut.
Lebih dari 1.560 warga sipil tewas dan hampir 3.290 orang lagi cedera dalam konflik dan serangan pimpinan Taliban selama enam bulan pertama 2014, kata satu laporan UNAMA yang dikeluarkan di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, pada Rabu (9/7).
Menurut laporan itu, jumlah anak kecil yang jadi korban bertambah 34 persen selama enam bulan pertama 2014 jadi 1.071, termasuk 295 korban tewas dan 776 cedera. Sementara itu, jumlah perempuan yang menjadi korban naik 24 persen jadi 440 --148 korban tewas dan 292 cedera. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Aliansi Peradaban PBB kutuk pembakaran Al Quran di Swedia, sebut sebagai tindakan keji
24 January 2023 6:02 WIB, 2023
LPOI dan LPOK kutuk keras aksi pembakaran Al Quran oleh politisi Swedia
23 January 2023 16:37 WIB, 2023
Pakistan bergabung dengan negara-negara muslim kutuk serbuan Israel ke Masjid Al Aqsa
08 August 2022 13:49 WIB, 2022
Pasar Bawah Bukittinggi diduga sengaja dibakar OTK, Wako Erman Safar kutuk pelaku jika terbukti (Video)
24 November 2021 13:57 WIB, 2021
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018