Presiden Yaman Rombak Para Petinggi Militer
Minggu, 13 Juli 2014 12:10 WIB
Sanaa, (Antara/KUNA-0ANA) - Dua hari setelah pejuang Houthi mengambil alih Provinsi Imran, Yaman utara, sekitar 90 kilometer dari ibu kota Sanaa, Presiden Abdo Rabbu Mansour Hadi memutuskan untuk mengganti sejumlah pemimpin militernyta.
Komandan daerah militer pertama, Mayjen. Ahmad Abdullah Al-Somalia, digantikan oleh Mayjen. Abdulrahman Al-Halili, mantan komandan Brigade ke-27 yang berbasis di Provinsi Hadramaut.
Komandan daerah militer ketujuh Mayjen. Mohammad Ali Al-Maqdeshi digantikan oleh Mayjen. Mohammad Yahya AL-Hawi.
Berdasarkan keputusan presiden, pemimpin beberapa brigade juga dirombak termasuk komandan Brigade Mekanik ke-26, Brigade Mekanik ke-62, dan Brigade Kendaraan Lapis Baja ke-37.
Perombakan ini merupakan bagian dari proses restrukturisasi militer, yang dipaparkan dalam prakarsa Dewan Kerja sama Teluk, dan dipaksa oleh aktivitas pertumbuhan gerilyawan di provinsi-provinsi utara.
Beberapa hari sebelumnya, dalam pertemuan di Riyadh, Sekjen Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Abdullatif bin Rashid Al-Zayani, mengutuk agresi kelompok Houthi terhadap Provinsi Imran di utara ibu kota Yaman dan kegagalan mereka untuk mematuhi perjanjian gencatan senjata sebelumnya.
Al-Zayani menegaskan dalam satu pernyataan setelah melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Yaman Abed Raboo Mansour Hadi, bahwa agresi Houthi mencerminkan penyimpangan drastis dari hasil Konferensi Dialog Nasional.
Dia meminta kelompok Houthi untuk mematuhi sepenuhnya persetujuan Yaman hasil dari Konferensi Dialog Nasional dan mengatasi semua tantangan untuk memastikan keamanan, stabilitas serta integritas Yaman.
Sekretaris Jenderal GCC juga menekankan perlunya kelompok Houthi kembali ke Provinsi Saada, Yaman, 'kubu utama' mereka dan untuk menghindari tantangan serta arogansi, sebagai tindakan yang tidak dapat diterima dan dikecam oleh Yaman serta komunitas internasional.
Gerilyawan Syiah Yaman itu sebelumnya menyerbu pos militer dan merebut kekuasaan atas ibu kota Provinsi Imran, Selasa malam, setelah berpekan-pekan pertempuran sengit melawan militer, kata seorang pejabat pemerintah kepada Xinhua.
Gerilyawan Houthi merebut kekuasaan atas markas satuan polisi militer dan pasukan khusus Selasa sore tanpa perlawanan di Provinsi Imran di bagian utara negeri tersebut, kata pejabat yang tak ingin disebutkan jatidirinya itu. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menang atas Yaman, Nova Arianto: pemain miliki mental dan visi bermain yang bagus
08 April 2025 5:04 WIB
Gagal cetak kemenangan, Timnas U-20 imbang 0-0 lawan Yaman di laga terakhir Grup C
19 February 2025 21:09 WIB
Indonesia lolos ke Piala Asia U-20 2025 setelah imbang 1-1 lawan Yaman
30 September 2024 4:58 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018