Nobel Perdamaian Pengakuan Terhadap Tekad Politik UE
Selasa, 11 Desember 2012 7:08 WIB
Jakarta, (ANTARA) - Kepala Delegasi Uni Eropa (UE) untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN, Julian Wilson, mengatakan nobel perdamaian yang diterima adalah sebuah pengakuan terhadap tekad politik persatuan UE.
"Nobel Perdamaian merupakan kehormatan. Ini pengakuan sangat berarti terhadap tekad politik dibalik persatuan kami, khususnya terhadap upaya unik negara-negara Eropa mengatasi perang dan kondisi terpecah-belah dan secara bersama membentuk benua yang damai dan sejahtera", kata Julian Wilson dalam pernyataan di Jakarta, Selasa.
Dalam rangka UE memperoleh penghargaan Hadiah Nobel Perdamaian 2012, UE bekerjasama dengan Indonesian Council on World Affairs (ICWA) menyelenggarakan seminar tentang peranan organisasi-organisasi kawasan dalam mendukung perdamaian di Jakarta, Senin(10/12).
Dia mengatakan sungguh merasa beruntung mewakili UE di Jakarta, karena kota itu juga merupakan ibukota dari suatu organisasi kawasan yang semakin berperan di ASEAN atau Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara.
Walaupun sangat berbeda, ASEAN menjunjung prinsip yang sama dengan UE yaitu integrasi kawasan merupakan jalan menuju perdamaian dan stabilitas.
Seminar yang mengangkat pengalaman UE dan ASEAN sebagai fokus utama, juga bertujuan untuk mengumpulkan ide-ide baru mengenai peran yang dapat diambil oleh organisasi-organisasi kawasan di masa mendatang dalam pencegahan konflik, resolusi
konflik dan pembangunan perdamaian.
Secara khusus UE bangga atas dukungan yang diberikan bagi proses perdamaian di Aceh, yang merupakan salah satu keberhasilan terbesar dalam sejarah kebijakan luar negeri UE.
Dukungan UE diawali dengan bantuan yang diberikan kepada Presiden Finlandia Ahtisaari di tahun 2003, keikutsertaan UE dengan ASEAN dalam Misi Pemantauan Aceh dan program bantuan untuk memastikan berhasilnya proses perdamaian di Aceh yang baru saja rampung di akhir tahun ini.
Selain Duta Besar Wilson, para pembicara terkemuka yang turut dalam seminar ini adalah Amiruddin Noor dari Dewan Eksekutif ICWA, Dr Makarim Wibisono, Direktur Eksekutif.
ASEAN Foundation dan Prof. CPF Luhulima, Peneliti Senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Hadiah Nobel Perdamaian akan secara resmi diserahkan kepada UE di Oslo, Norwegia, pada 10 Desember untuksumbangsihnya "memajukan perdamaian dan rekonsiliasi, demokrasi dan HAM di Eropa". (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026