Paris, (Antara/AFP) - Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius akan bertolak ke Wina Minggu untuk menilai keadaan pembicaraan antara negara-negara kuat dunia dan Iran atas pembatasan-pembatasan program nuklir republik Islam itu, kata sumber diplomatik di Paris. Fabius dan para pejabat di P5+1 yang terdiri dari kelompok Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis, Tiongkok dan Jerman akan "mengevaluasi situasi" dalam pembicaraan, yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan definitif dengan Iran pada 20 Juli, menurut sumber. Sumber itu tidak mengatakan apakah menteri luar negeri yang lain akan hadir. Perundingan-perundingan akhir untuk mengamankan kesepakatan bersejarah guna menjamin sifat damai program nuklir Iran dalam pertukaran untuk pencabutan sanksi terhadap Teheran dimulai pada 3 Juli di Wina. Maraton diplomatik bisa terus berlangsung sampai 20 Juli ketika kesepakatan sementara disepakati pada November 2013 berakhir. Namun, batas waktu untuk putaran terbaru bisa diperpanjang selama enam bulan. Prancis telah menggambarkan perundingan sebagai hal "sulit" dan pada Selasa mengatakan belum ada isu utama telah diselesaikan. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton, yang memimpin pembicaraan, mengatakan pada awal pekan ini bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk meminta para menteri luar negeri untuk hadir. Pada Selasa, kantor berita Iran, IRNA melaporkan bahwa menteri luar negeri dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB akan tiba di Wina pada akhir pekan ini. (*/sun)