PBNU Berharap Capres/Cawapres Terima Keputusan Rakyat
Senin, 7 Juli 2014 12:38 WIB
Jakarta, (Antara) - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Slamet Effendy Yusuf berharap pasangan calon presiden dan wakil presiden mengutamakan akal sehat, dan siap menerima apa pun keputusan yang diambil rakyat Indonesia pada 9 Juli 2014.
"Kami menyerukan kepada pasangan capres dan cawapres menggunakan masa tenang untuk menata sikap batin yang agung, berjiwa besar dan berakal sehat, sehingga siap menerima keputusan rakyat Indonesia," kata Slamet Effendy Yusuf melalui pesan tertulis diterima di Jakarta, Senin.
Slamet mengatakan apabila para kandidat yang bersaing memiliki jiwa besar dan dapat menerima apa pun keputusan rakyat, maka momentum pemilu presiden akan menjadi tradisi suksesi dan pergantian kepemimpinan nasional yang damai dan demokratik.
Sementara itu, Slamet juga mengajak rakyat Indonesia memanfaatkan masa tenang untuk bertafakur dan merenung dengan jernih dan mendalam untuk menentukan hak dan kebebasan politik secara otonom.
"Mari gunakan masa tenang untuk mengambil jarak dengan hiruk pikuk kampanye yang terkadang membawa perilaku negatif termasuk tumbuhnya intoleransi atas perbedaan pilihan politik," tuturnya.
Slamet mengatakan dengan cara tersebut masyarakat diharapkan dapat kembali pada posisi jati diri seorang warga negara yang memiliki hak dan kebebasan politik yang dapat digunakan secara otonom dengan perenungan yang jernih.
Slamet juga mengajak masyarakat Indonesia untuk menggunakan hak dan kebebasan politik itu secara dewasa dan bertanggung jawab dengan menghindari tindakan yang dapat menodai demokrasi.
Masa kampanye Pemilu Presiden 2014 berlangsung selama satu bulan sejak 5 Juni hingga 5 Juli. Akhir masa kampanye ditandai dengan adanya debat kandidat yang diikuti pasangan calon presiden dan wakil presiden dengan tema "Pangan, Energi dan Lingkungan".
Pemilu Presiden 2014 akan dilaksanakan pada 9 Juli dan diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yaitu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dengan nomor urut satu dan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan nomor urut dua. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kunjungan wisatawan menurun, pelaku wisata Ngarai Sianok berharap dukungan pemerintah
05 January 2026 14:34 WIB
Wako Fadly Amran berharap DPP LAKAM jadi mitra pemerintah jaga dan lestarikan adat Minangkabau
27 August 2025 12:55 WIB
HUT Bhayangkara ke-79, Wako Fadly Amran berharap sinergi Pemkot-Polri makin solid
01 July 2025 13:21 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018