Tentara Yaman Tewas dalam Serangan di Pos Perbatasan
Jumat, 4 Juli 2014 23:40 WIB
Sanaa, (Antara/AFP/Xinhua) - Diduga orang-orang bersenjata Al-Qaida menyerang satu pos militer Yaman di perbatasan dengan Arab Saudi, Jumat, memicu bentrokan yang menewaskan seorang tentara dan melukai lainnya, kata satu sumber keamanan kepada AFP.
Para penyerang menggunakan senapan mesin dan granat roket untuk menyerang pihak pos perbatasan Wadia, Yaman, kata sumber itu, dan menambahkan bahwa orang-orang bersenjata itu kemudian berhasil melarikan diri.
Penyeberangan itu adalah di provinsi tenggara Hadramaut, merupakan medan yang kasar dan menjadi tempat persembunyian para gerilyawan Al-Qaida di Semenanjung Arab (AQAP).
AQAP dianggap oleh Washington sebagai jaringan jihad yang paling berbahaya.
Para pejabat lokal mengatakan kepada AFP, bahwa serangan menjemukan itu adalah "cap jempol Al-Qaida", tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Penyelundup juga melakukan kegiatan cepat di seberang perbatasan yang panjang dan keropos antara negara kaya minyak Arab Saudi dan Yaman yang miskin.
Yaman, yang masih bergulat dengan ketidak-stabilan dan ketidak-amanan akibat serangan gerilyawan fanatik, berada "di ambang keambrukan ekonomi", kata seorang pejabat kemanusiaan PBB di New York.
Pejabat PBB itu menuding stimulan ringan tapi terkenal, qat, sebagai penyebab sebagian besar masalah di negara Teluk tersebut.
"Ini adalah salah satu tantangan terbesar umat manusia dalam skala dan lingkup yang kita hadapi di dunia ini," kata John Ging, Direktur Operasi Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), dalam taklimat harian kepada wartawan di Markas PBB, New York, baru-baru ini.
"Keadaan sangat rapuh di sana pada saat ini," kata Ging.
"Qat benar-benar menjadi masalah yang merusak pembangunan di negeri tersebut dengan cara yang mendasar," kata Ging, Jumat pagi.
"Itu mempengaruhi kesehatan; itu mempengaruhi ekonomi; itu mempengaruhi demikian banyak aspek fungsi masyarakat."
Qat, tanaman yang daun mudanya berisi bahan dengan dampak yang sama dengan amfetamin, terkenal di banyak negara di Jazirah Arab.
Menurut laporan media, sebanyak 90 persen pria dan satu dari empat perempuan di Yaman diperkirakan mengunyah qat.
Pengunyah qat mengalami euforia yang diikuti oleh depresi. Qat juga dapat mempengaruhi tidur, menimbulkan dampak "fly" seperti tak bisa tidur pada malam hari, penurunan produktivitas dan tertidur pada siang hari.
Dalam qat pada sistem jantung dan pembuluh darah agak dramatis, tapi peningkatan denyut jantung dan tekanan darah adalah dampak umum, sehingga qat jadi sangat berbahaya bagi pasien darah tinggi. (*/WIJ)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menang atas Yaman, Nova Arianto: pemain miliki mental dan visi bermain yang bagus
08 April 2025 5:04 WIB
Gagal cetak kemenangan, Timnas U-20 imbang 0-0 lawan Yaman di laga terakhir Grup C
19 February 2025 21:09 WIB
Indonesia lolos ke Piala Asia U-20 2025 setelah imbang 1-1 lawan Yaman
30 September 2024 4:58 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018