Netanyahu: Israel akan Perluas Operasi Terhadap Hamas Jika Perlu
Rabu, 2 Juli 2014 10:47 WIB
Jerusalem, (Antara/Xinhua-OANA) - Israel akan memperluas operasinya terhadap HAMAS "jika perlu", kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa malam (1/7), saat perburuan manusia untuk menangkap "pembunuh tiga remaja Yahudi" berlanjut.
"Kami akan membuat lemah HAMAS di Tepi Barat dan menghentikan serangan roket dari Jalur Gaza," kata Netanyahu. Ia menganggap HAMAS bertanggung jawab atas pembunuhan tiga remaja Yahudi yang "diculik" di dekat Al-Khalil (Hebron) di Tepi Barat Sungai Jordan dua pekan lalu.
Netanyahu mengatakan Israel memiliki tiga tugas --menemukan para penculik, menghancurkan prasarana HAMAS di Tepi Barat dan menghentikan serangan roket dari Jalur Gaza.
"Kami akan menemukan setiap orang yang terlibat dalam penculikan dan pembunuhan ketiga remaja, tak peduli berapa lama pun waktu yang diperlukan," kata Netanyahu, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi. "Kami sudah menangkap ratusan gerilyawan HAMAS, menutup puluhan lembaganya, menghancurkan rumah dan tangan kami masih terus memanjang."
Mengenai penembakan roket dari Jalur Gaza, Netanyahu mengatakan Pasukan Pertahanan Israel telah beroperasi melawan HAMAS. "Jiak ada kebutuhan, kami akan memperluas operasi militer terhadap HAMAS."
Pada Senin malam (30/6), militer Israel menyerang 34 sasaran di Jalur Gaza yang berkaitan dengan HAMAS dan Gerakan Jihad Islam, sebagai tanggapan atas 18 roket yang ditembakkan pada Senin malam dari daeran kantung pantai itu.
Warga Palestina melaporkan bahwa empat orang Palestina cedera dan satu orang hilang.
Pada Senin malam, mayat Gilad Shaar dan Naftali Frankel --keduanya berusia 16 tahun-- dan Eyal Tifrach (19) ditemukan di dekat Al-Khalil. Mereka "diculik" di Tepi Barat pada Kamis (12/6).
Dinas Keamanan Israel Shin Bet mengatakan kedua "tersangka pelaku" adalah Marwan Kawasmen dan Amar Abu-Isa, keduanya agen HAMAS dari Al-Khalil yang "telah hilang" sejak serangan itu.
Para pejabat HAMAS membantah bahwa organisasi tersebut terlibat dalam serangan itu.
Namun para menteri Israel terpecah mengenai cara bereaksi terhadap pembunuhan ketiga remaja Yahudi tersebut.
Menteri Ekonomi Naftali Bennet, yang beraliran "hawkish", menuntut reaksi tegas, seperti operasi utama, di Jalur Gaza --yang ditentang oleh Netanyahu dan Menteri Pertahanan Moshe Yaalon, keduanya mendukung aksi terbatas terhadap HAMAS.
Yaalon menyatakan perluasan pembangunan permukiman, sikap yang ditentang oleh Menteri Kehakiman "dovish" dan Kepala Perunding Perdamaian Timur Tengah Tzipil Livni, yang mengatakan tindakan semacam itu akan menurunkan keabsahan Israel di kalangan masyarakat internasional. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Laga kualifikasi Piala Dunia 2026 Italia vs Israel diwarnai bentrokan demonstran pro-Palestina
15 October 2025 11:43 WIB
Benarkah dugaan 2 eks tentara Israel kelola vila di Bali? Imigrasi lakukan cek
06 August 2025 22:37 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018