50 Gerilyawan ISIL Tewas di Irak Utara dalam 24 Jam
Minggu, 29 Juni 2014 5:37 WIB
Baghdad, (Antara/KUNA/AFP) - Lebih 50 gerilyawan Negara Islam Irak dan Mediternia (ISIL) dibunuh oleh pasukan keamanan Irak di beberapa daerah terpisah di Provinsi Saladin, ibukota Irak utara, di tengah meningkatnya serangan militer serta serangan udara terhadap kelompok ISIL.
Kantor Panglima Angkatan Bersenjata Irak mengatakan dalam laporannya, Sabtu.
Pasukan keamanan Irak mulai mengambil kendali atas wilayah-wilayah yang jatuh ke tangan ISIL lebih dari sepekan yang lalu, di tengah dukungan publik yang besar oleh penduduk di daerah-daerah tersebut, kata juru bicara militer Irak, Mayor Jenderal Qassim Atta, dalam satu konferensi pers.
Dia menambahkan bahwa ISIL mulai runtuh di Provinsi Saladin karena banyak anggotanya mulai mengungsi dari provinsi itu.
Selama 24 jam terakhir, 29 gerilyawan ISIL tewas di Saladin, 25 di Tigris, empat di Anbar, dan sejumlah rudal mereka di Samarra disita, kata Mayor Jenderal Atta mencatat.
Sementara itu pemberontak Suriah dan Al-Qaida meluncurkan kontra-serangan Sabtu untuk mengusir gerilyawan ISIL dari kota Albu Kamal di perbatasan Irak, kata pemantau.
Operasi itu terjadi hanya beberapa hari setelah beberapa pejuang dari waralaba Al Qaida Suriah, Front Al-Nusra, berjanji setia kepada ISIL di Albu Kamal, setelah memimpin serangan di Irak dan merebut wilayah yang luas.
Tetapi tidak semua pejuang al-Nusra membelot dan mereka yang menolak untuk tunduk kepada kelompok jihad bergabung dengan kelompok pemberontak Suriah lainnya untuk meluncurkan kontra-ofensif.
"Pertempuran telah berkecamuk sejak malam terakhir di Albu Kamal antara Front Al-Nusra dan gerilyawan di satu sisi dan ISIL di pihak lain," kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.
Front Al-Nusra dan sekutunya Sabtu merebut dua posisi ISIL di
Alby Kamal, kota utama di provinsi timur yang kaya minyak Deir Ezzor, kata Observatorium yang berbasis di Inggris.
Al-Nusra dan kelompok pemberontak lain di Suriah telah terkunci dalam pertempuran sengit dengan ISIL sejak Januari yang telah menewaskan ribuan pejuang.
ISIL bertujuan menetapkan satu negara Islam yang melintasi Suriah dan Irak dan menguasai sebagian besar Deir Ezzor dalam beberapa pekan terakhir.
Pemberontak menyalahkan Barat dan pendukung oposisi lainnya serta gagal memberikan mereka dengan lebih banyak dukungan untuk melawan ISIL, yang telah menguasai wilayah yang sangat luas di
utara dan barat Baghdad, serta menyita senjata dari tentara Irak yang melarikan diri. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Militer Myanmar lancarkan serangan udara ke gerilyawan penentang junta, telepon dan internet putus
28 September 2021 7:31 WIB, 2021
Tanggapi resolusi parlemen Irak, Menlu Prancis sebut pasukan asing masih dibutuhkan perangi ISIS
06 January 2020 10:01 WIB, 2020
Gerilyawan Syiah Yaman, Al-Houthi akui serang kapal Arab Saudi di pantai barat
26 July 2018 8:53 WIB, 2018
Ketegangan gerilyawan Palestina dan militer Israel meningkat di Jalur Gaza
30 May 2018 9:13 WIB, 2018
Gerilyawan Syiah Yaman Al-Houti luncurkan rudal ke kamp radar Saudi Arabia
20 May 2018 9:55 WIB, 2018
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018