Kathmandu, (Antara/AFP) - Para dokter Amerika Serikat yang merawat Perdana Menteri Nepal Sushil Koirala mendiagnosa pria berusia 75 tahun itu mengidap tuberkulosis, kata juru bicara partai Kongres Nepali, Kamis. Koirala pergi ke Pusat Kanker Sloan-Kettering New York pekan lalu untuk perawatan setelah tes rutin menunjukkan sebuah titik di paru-parunya yang menimbulkan kekhawatiran adanya kanker. "Para dokter telah mendiagnosa perdana menteri dan dia mengidap tuberkulosis, bukan kanker, dan telah memberitahu penyakit itu bisa disembuhkan dengan cukup mudah," kata Dilendra Prasad Badu, juru bicara partai berkuasa itu. "Saya berbicara dengan perdana menteri hari ini, ia merasa baik dan berharap bisa kembali ke Nepal dalam satu minggu hingga 10 hari ke depan," kata Badu kepada AFP di Kathmandu. Koirala, yang tadinya adalah perokok berat hingga ia didiagnosa kanker lidah delapan tahun lalu, akan menjalani perawatan radiasi untuk mencegah kambuhnya penyakit sebelum kembali ke Nepal, kata Badu. Perdana menteri yang memimpin partai itu, menjabat sejak Februari setelah memenangi pemilu dengan janji mengantarkan konstitusi yang lama tertunda kepada negara Himalaya dalam satu tahun. (*/sun)