TB Hasanuddin: Jokowi Kuasai Masalah Pertahanan
Selasa, 24 Juni 2014 7:18 WIB
Jakarta, (Antara) - Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin menilai Calon presiden Joko Widodo jauh lebih menguasai masalah pertahanan dan strategi kemiliteran untuk Indonesia ke depan dibandingkan Calon presiden Prabowo Subianto yang berlatar belakang militer.
"Prabowo terkesan bingung dalam membuat pertanyaan tentang strategi pertahanan dan ternyata malah tak paham soal-soal kemiliteran," katanya di Jakarta, Selasa.
Penilaian TB Hasanuddin tersebut disampaikan setelah melihat debat capres yang dilaksanakan pada Minggu (22/6) lalu. Menurut TB Hasanuddin, penampilan Prabowo di debat itu kemungkin karena memang tidak paham atau ada alasan lain yang tidak ia ketahui.
"Sebagai seorang mantan jenderal bintang tiga, mestinya Prabowo bisa melemparkan pertanyaan-pertanyaan soal sistem pertahanan yang menyulitkan Jokowi. Misalnya mungkin soal sistem pertahanan defensif aktif, parameter postur TNI, operasi militer selain perang, renstra TNI atau mungkin tanya tentang operasi militer," kata purnawirawan jenderal berbintang dua tersebut.
Dalam debat capres itu, katanya, Jokowi justru lebih banyak mengupas dan memberikan langkah konkrit soal pertahanan dan soal perbaikan alutsista ke depan. Jokowi, misalnya, akan mengandalkan pesawat tanpa awak untuk menjaga perairan Indonesia.
Dalam sesi pertanyaan, Jokowi juga melontarkan pertanyaan ke Prabowo terkait penggunaan Tank Leopard dan isu pembangunan industri strategis.
Terkait pertanyaan tersebut, Prabowo berpendapat bahwa Indonesia membutuhkan Tank Leopard. Tetapi Jokowi berpendapat bahwa Indonesia tak cocok dengan tank jenis itu yang dari segi beratnya tak cocok dengan jalan di Indonesia, terlebih ketika melewati jembatan-jembatan di Indonesia.
TB Hasanuddin juga menilai dalam jawaban pertanyaan Jokowi, Prabowo juga banyak yang tidak nyambung dan selalu menjawab dengan kata bocor, bocor, bocor. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Suap jabatan, Majelis hakim menyatakan Menag Lukman terbukti terima Rp70 juta
07 August 2019 18:01 WIB, 2019
Ini tanggapan KPK terkait bantahan Menag soal dugaan menerima gratifikasi
11 June 2019 10:04 WIB, 2019
Elektabilitas pasangan capres-cawapres tidak berubah signifikan, kata lembaga survei
11 January 2019 15:45 WIB, 2019
Bangun Gedung Olahraga, Universitas Hasanuddin Dapat Bantuan Rp1 Miliar dari Gubernur
16 September 2017 8:27 WIB, 2017
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018