Bappenas: DPD Dukung Penyusunan RAPBN 2015
Senin, 23 Juni 2014 21:01 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mendukung penyusunan RAPBN 2015 untuk merespon dinamika perekonomian dan menjawab berbagai isu strategis.
"Mereka mendukung apa yang telah dipaparkan dan bagaimana supaya fokus dalam isu strategis pembangunan di RKP 2015, karena tahun depan adalah awal dari pemerintahan baru," katanya saat ditemui seusai melakukan pemaparan di Gedung DPD, Jakarta, Senin.
Armida menambahkan DPD memberikan perhatian kepada berbagai program pemerintah seperti upaya menjaga ketahanan pangan maupun kedaulatan energi, yang harus mulai dilakukan tahun 2015.
Salah satunya adalah mengenai kebijakan pemerintah untuk menekan belanja subsidi energi yang setiap tahun membebani APBN, karena realisasinya pada akhir tahun selalu melampaui pagu belanja.
"Soal subsidi energi mereka menyoroti, karena BBM dan listrik subsidi sudah tinggi. Mereka menyarankan supaya dialihkan dari subsidi barang ke subsidi orang per orang yang lebih tepat sasaran," katanya.
Selain itu, lanjut dia, DPD meminta pengalokasian dana dekonsentrasi yang lebih efektif untuk dana alokasi khusus mulai tahun depan, agar sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
"Pendanaan dekonsentrasi agar dialihkan ke dana alokasi khusus sesuai dengan perundangan yang berlaku, dan ini memang menjadi prioritas nasional," kata Armida.
Pemerintah telah menyampaikan dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal tahun anggaran 2015 yang disusun sebagai landasan awal untuk menyusun RAPBN.
Dokumen itu merupakan penjabaran arah dan strategi yang akan ditempuh pemerintah untuk merespon dinamika perekonomian, menjawab tantangan dan isu-isu strategis serta mendukung pencapaian RKP 2015.
Pemerintah telah menetapkan tema kebijakan fiskal 2015 yaitu penguatan kebijakan fiskal dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Strategi kebijakan fiskal akan diarahkan untuk memperkuat stimulus fiskal guna mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus perbaikan pemerataan hasil pembangunan nasional untuk memenuhi aspek keadilan dan menjaga kesinambungan fiskal.
Selain itu, kebijakan fiskal juga diarahkan agar penyusunan RAPBN 2015 bersifat baseline yang substansi utamanya hanya memperhitungkan kebutuhan pokok penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga memberikan ruang gerak bagi pemerintahan baru. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPD IKA Unand Jabodetabek gelar bazar amal dan pentas seni, kumpulkan donasi Rp100 juta
09 February 2026 11:03 WIB
Cerint Irraloza Tasya minta pemerintah batalkan pemangkasan TKD untuk Sumbar, Sumut dan Aceh
10 December 2025 18:33 WIB
Rapat dengar pendapat umum, Kementerian ATR/BPN bahas penyelesaian pengaduan konflik agraria bersama BAP DPD RI
06 November 2025 14:32 WIB
Senator Irman Gusman dukung percepatan Kampung Nelayan Merah Putih di Tiku Agam
24 October 2025 19:33 WIB
Perjalanan Irman Gusman Menembus Samudra Mentawai: Antara Tugas Dinas dan Pesona Alam Sikerei
15 October 2025 15:48 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018