PM Kamboja Tidak Sakit Selama Kunjungan Ke Bangladesh
Kamis, 19 Juni 2014 18:25 WIB
Phnompenh, (Antara/Xinhua-0ANA) - Perdana Menteri Kamboja Hun Sen tidak sakit selama kunjungan bersejarah tiga harinya ke Bangladesh, kata pejabat tinggi pemerintah, Rabu.
"Perdana menteri terlihat sehat seperti biasa, tidak sakit sama sekali. Seperti yang Anda semua lihat, dia berjalan keluar dari pesawat," Kao Kim Hourn, menteri pada kantor Perdana Menteri Hun Sen, kepada wartawan di bandar udara antarbangsa Phnompenh sepulang Hun Sen dari perjalanan itu.
Pernyataan itu disampaikan setelah media Bangladesh melaporkan Selasa, bahwa Hun Sen jatuh sakit dan membatalkan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh Shahriar Alam dan Menteri Perdagangan Tofail Ahmed Selasa pagi.
"Hun (Sen) telah merasa sakit sejak Senin malam meskipun ia tidak dalam kondisi serius," kata Alam seperti dikutip oleh banglanews24.com, sebuah surat kabar online Bangladesh.
"Karena penyakit, pertemuan Hun dengan saya dan menteri perdagangan telah dibatalkan, dan jadwal yang lain akan tetap tidak berubah," katanya.
Kao Kim Hourn mengatakan, pihak Kamboja diminta untuk membatalkan pertemuan dengan para pejabat senior Bangladesh Selasa pagi karena Hun Sen memiliki jadwal yang ketat.
Dia mengatakan Hun Sen mengadakan pembicaraan bilateral dengan timpalannya Bangladesh Sheikh Hasina sesuai jadwal pada Selasa sore dan menyaksikan upacara penandatanganan empat dokumen kerja sama bilateral.
Kao Kim Hourn menjelaskan kunjungan Hun Sen ke Bangladesh sebagai perjalanan yang bermanfaat bagi hubungan bilateral dan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, dan kebudayaan.
"Kunjungan ini membuka babak baru hubungan antara Kamboja dan Bangladesh," katanya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018