Prancis-Jerman Desak Gencatan Senjata Segera di Ukraina
Minggu, 15 Juni 2014 11:08 WIB
Paris, (Antara/Xinhua-OANA) - Presiden Prancis Francois Hollande dan Kanselir Jerman Angela Merkel pada Sabtu (14/6) menyampaikan perlunya mencapai gencatan senjata segera di Ukraina, tonggak sejarah dalam proses diplomatik guna meredakan ketegangan di Kiev.
Selama percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, kedua pemimpin Eropa tersebut "menyampaikan keprihatinan mendalam mereka sehubungan dengan berlanjutnya pertempuran di Ukraian Timur".
"... Mereka telah menekankan pentingnya untuk mencapai gencatan senjata segera ... untuk menciptakan kondisi peredaan ketegangan yang efektif, terutama dengan menghindari penyerahan petempur dan senjata dan menyeru kaum separatis agar mengakhiri perang," kata satu pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Hollande.
Hollande dan Merkel, yang menengahi pertemuan antara pemimpin Rusia dan Ukraina di sisi peringatan 6 Juni, "menegaskan perlunya mencapai kesepakatan mengenai cara melanjutkan pasokan gas dari Rusia ke Ukraina", tambah pernyataan itu, sebagaimana diberitakan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi.
Pada Sabtu pagi, pesawat angkut militer Ukraina ditembak-jatuh oleh gerilyawan anti-pemerintah di Kota Lugansk, bagian timur negeri tersebut, sehingga menewaskan 49 prajurit Ukraina.
Dalam percakapan telepon terpisah dengan timpalannya dari Ukraina Petro Porochenko, Hollande menyampaikan belasungkawanya sehubungan dengan serangan gerilyawan itu. Ia menambahkan, "Mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan ini mesti ditemukan dan diseret ke pengadilan."
Presiden Prancis tersebut kembali menyampaikan "dukungan penuh" Paris bagi keberhasilan perundingan antara Moskow dan Kiev guna menemukan penyelesaian diplomatik bagi krisis di Ukraina. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Skema kerjasama Indonesia-Jerman, Wako Fadly Amran usulkan proyek pelestarian lingkungan
12 January 2026 19:04 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018