Pejabat: Gerilyawan Rebut Dua Daerah Diyala Irak
Jumat, 13 Juni 2014 6:44 WIB
Baquba, Irak, (Antara/AFP) - Kelompok gerilyawan merebut dua daerah strategis di Provinsi Diyala timur laut Baghdad, Kamis malam, setelah pasukan keamanan mengundurkan diri, kata para petugas mengatakan, membawa serangan militan ke dekat ibu kota Provinsi Baquba.
Jalawla dan Saadiyah adalah daerah terbaru yang jatuh ke serangan kilat gerilyawan selama tiga hari terakhir, yang telah memasuki daerah itu dari Irak utara, menduduki semua satu provinsi dan bagian-bagian penting dari tiga tempat lainnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Ban Ki-moon Rabu mendesak masyarakat internasional untuk bersatu di belakang Irak saat serangan kilat oleh kelompok jihad bersenjata menyapu lebih dekat ke Baghdad.
"Sekjen mendesak masyarakat internasional untuk bersatu dalam
menunjukkan solidaritas dengan Irak, karena menghadapi tantangan keamanan yang serius ini," kata juru bicaranya dalam satu pernyataan.
Sekjen PBB menuntut "penghormatan penuh pada hukum kemanusiaan internasional dan hukum hak asasi manusia dalam upaya melawan terorisme dan kekerasan di Irak," kata Juru bicara Stephane Dujarric menambahkan.
Ban mengecam keras lonjakan kekerasan dan memperingatkan bahwa "terorisme tidak harus diizinkan untuk berhasil dalam mengurai jalan menuju demokrasi di Irak."
Karena Negara Islam Irak dan Mediterania (ISIL) mulai serangan yang spektakuler di Mosul Senin, gerilyawan telah merebut wilayah besar utara dan utara-tengah Irak, mendorong sebanyak setengah juta orang meninggalkan rumah mereka.
Cepatnya ISIL dan sekutunya mencapai kemajuan setelah mereka
Selasa merebut Mosul - sebuah kota berpenduduk dua juta orang - telah mengirimkan dering lonceng alarm di ibu kota Barat.
Dujarric mengatakan lebih dari 2.500 keluarga yang mengungsi di dalam Mosul, sebagian besar tinggal di sekolah-sekolah dan masjid, dan diperkirakan 100.000 telah memasuki Arbil, ibu kota wilayah otonomi Kurdi di Irak utara.
Sementara itu Amerika Serikat Selasa menyatakan, kelompok garis keras yang baru-baru ini merebut kota terbesar kedua Irak berpotensi mengancam kestabilan seluruh kawasan Timur Tengah.
Washington juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi "yang sangat serius" di Irak.
"Sudah jelas bahwa ISIL bukan hanya ancaman bagi stabilitas Irak melainkan juga bagi seluruh kawasan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Jen Psaki dalam satu pernyataan resmi. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Militer Myanmar lancarkan serangan udara ke gerilyawan penentang junta, telepon dan internet putus
28 September 2021 7:31 WIB, 2021
Tanggapi resolusi parlemen Irak, Menlu Prancis sebut pasukan asing masih dibutuhkan perangi ISIS
06 January 2020 10:01 WIB, 2020
Gerilyawan Syiah Yaman, Al-Houthi akui serang kapal Arab Saudi di pantai barat
26 July 2018 8:53 WIB, 2018
Ketegangan gerilyawan Palestina dan militer Israel meningkat di Jalur Gaza
30 May 2018 9:13 WIB, 2018
Gerilyawan Syiah Yaman Al-Houti luncurkan rudal ke kamp radar Saudi Arabia
20 May 2018 9:55 WIB, 2018
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018