Bashar Menang Dalam Pemilihan Presiden Suriah
Kamis, 5 Juni 2014 13:10 WIB
Damaskus, (Antara/Xinhua-OANA) - Presiden bertahan Suriah Bashar al-Assad telah meraih masa jabatan tujuh-tahun ketiga dalam pemilihan presiden yang berlangsung pada Selasa (3/6), demikian pengumuman Parlemen Suriah, Rabu.
Menurut Ketua Parlemen, 1.319.723 orang memberi suara buat Bashar, sehingga ia mengantungi 88,7 persen suara, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.
Calon lain --mantan menteri Hassan An-Nouri dan anggota parlemen Maher Hajjar-- masing-masing meraih 4,3 persen suara dan 3,2 persen.
Pada Rabu pagi, Mahkamah Konstitusi Tertinggi Suriah menyatakan 11.634.412 dari 15.845.575 pemilih yang memenuhi syarat ikut dalam pemilihan presiden, sehingga jumlah pemilih jadi 73,42 persen.
Pemilihan umum tersebut dimulai pada pukul 07.00 waktu setempat (11.00 WIB) pada Selasa dan mulanya dijadwalkan berakhir pada pukul 19.00 waktu setempat (23.00 WIB).
Tapi Komite Kehakiman Tertinggi, yang diberi tugas untuk mengawasi proses pemilihan umum, belakangan mengumumkan untuk memperpanjang waktu pemungutan suara selama lima jam lagi sampai tengah malam Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), dengan alasan "banyaknya pemberi suara yang datang".
Itu adalah pemilihan presiden banyak-calon pertama dalam sejarah modern Suriah, yang telah ditolak oleh oposisi di pengasingan dan pendukung Barat mereka sebagai "lelucon.
Pada Selasa (3/6), warga Suriah di Ibu Kota negeri tersebut, Damaskus, berusaha menghindari resiko dihantam bom mortir dengan memilih menyelenggarakan pawai dengan menggunakan mobil melewati jalan pusat kota. Mereka meneriakkan dukungan buat Bashar.
Mereka mengendarai mobil yang dihiasi, membunyikan klakson dan bergelantungan di luar jendela untuk mengibarkan bendera Suriah serta poster Bashar.
Pawai semacam itu telah menjadi gaya di ibu kota Suriah, tempat warga telah makin frustrasi dengan pemboman mortir yang terus terjadi oleh gerilyawan, yang melancarkan serangan mereka dari pinggiran Damaskus.
Pada Selasa, gerilyawan menembakkan puluh bom mortir terhadap beberapa bagian ibu kota Suriah tersebut, tapi sejauh ini tak merenggut korban jiwa.
Pawai mobil tersebut bergerak bolak-balik di jalanan sebelum bergerak ke arah permukiman lain. Alaa Khaluf, seorang perempuan yang berusia 22 tahun, memberitahu Xinhua, pawai mobil itu diadakan di Permukiman Mazzeh.
Khaluf mengatakan dia, bersama dengan demonstran lain, ingin menyampaikan dukungan mereka buat Bashar, tak peduli apa pun akibatnya. "Kami takkan mundur dan kami takkan menyerah pada ancaman gerilyawan," katanya.
Sehari sebelumnya, petempur oposisi bahkan mengancam melalui Internet mereka akan melancarkan serangan terhadap tempat pemungutan suara untuk mengganggu proses pemilihan presiden tersebut. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Inter Milan ke semifinal Coppa Italia setelah menang tipis 2-1 atas Torino
05 February 2026 6:19 WIB
Klasemen BRI Super League, hingga Minggu 1/2/2026, Borneo menang Semen Padang FC kejar peluang
02 February 2026 6:31 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018