Logo Header Antaranews Sumbar

Hanura Optimistis Dapat Suara dari Kampung SBY

Kamis, 3 April 2014 16:52 WIB
Image Print
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo. (Antara)

Pacitan, (Antara) - Partai Hanura optimistis mampu mendapatkan suara dari kampung halaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Pacitan, Jawa Timur, pada Pemilu 9 April 2014, meskipun daerah tersebut basis Partai Demokrat. "Lewat konsolidasi yang bagus. Kita tetap optimistis mampu mendapatkan dukungan dari sini (Pacitan, red.)," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo di sela kampanye di Pacitan, Kamis. Selain konsolidasi yang selama ini telah dibangun, optimisme calon wakil presiden dari Partai Hanura itu, juga tercermin pada rapat akbar yang dilakukannya di tempat itu. Alun-Alun Pacitan penuh dengan kader partai dengan nomor 10 tersebut. Menurut dia, calon anggota legislatif tingkat DPRD II, DPRD I, dan DPR RI tidak hanya dari Pacitan, terus menggalang dukungan untuk pribadi maupun partai, dengan harapan mampu memenuhi target raihan suara yang ditetapkan. "Secara nasional target kita 20 persen. Kita harus optimistis," kata pemilik MNC Grup itu. Untuk merealisasikan target itu, calon wakil presiden dari Partai Hanura tersebut telah menyiapkan program khusus untuk petani dan nelayan. Selain itu, katanya, mempersiapkan program khusus untuk pengembangan usaha menengah, kecil, dan mikro. Untuk masalah pengentasan pengangguran, HT telah menyiapkan program yang dinilai tepat untuk kondisi Indonesia saat ini, yaitu padat karya yang melibatkan cukup banyak orang. "Kami ingin Indonesia segera berubah dan menjadi negara maju. Jangan sampai kita terus tertinggal dari negara-negara tetangga seperti Malaysia," katanya. Dengan mampu meraih 20 persen suara nasional, kata dia, semua program yang ada berpeluang terlaksana, karena Partai Hanura bisa mengajukan dirinya sebagai calon wakil presiden berpasangan dengan calon presiden, Wiranto, atau lebih dikenal sebagai pasangan WIN-HT. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026