
Hanura Optimistis Menangkan Wiranto-Hary Tanoe

Jakarta, (Antara) - Partai Hati Nurani Rakyat optimistis dapat memenangkan pasangan capres dan cawapresnya, Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo, dalam Pemilu 2014. "Kita yakin menang, meski hasil survei dari Lembaga Survei Nasional menyebutkan Partai Hanura hanya mendapatkan 6,9 persen suara," kata politisi Partai Hanura Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, di Jakarta, Kamis. "Optimisme harus kita miliki, jangan sampai kalah sebelum perang. Kita jadikan survei sebagai masukan dalam pengambilan keputusan, tetapi tentu bukan sebagai satu-satunya variable," katanya. Ia pun memastikan bahwa deklarasi pasangan Wiranto-HT sebagai capres-cawapres bukan pekerjaan iseng belaka. "Kita tidak melihatnya sebagai perbuatan main-main, dan ini tidak berandai-andai. Kita yakin Hanura akan memimpin bangsa ini di masa mendatang," kata Nuning, sapaan Susaningtyas Kertopati. Ia pun optimistis partainya mampu membawa Wiranto-HT memimpin bangsa ini nantinya, meski pencapresannya tak berkoalisi dengan partai lain. "Koalisi atau tidak, saya rasa sudah diperhitungkan secara matang oleh Pak Wiranto dan Pak HT. Kita tidak berandai-andai dalam hal ini. Yang penting kerja keras," kata Nuning. Anggota Komisi I DPR ini menyatakan, seluruh kader Partai Hanura harus bekerja keras agar target kemenangan dapat tercapai. Kadernya yang berada di parlemen harus fokus pada penugasan dan sensitif pada isu hangat, dan calegnya harus kerja keras di dapilnya masing-masing. Ia mengatakan, pasangan Wiranto-HT memiliki kelebihan masing-masing sebagai capres dan cawapres. Wiranto mempunyai kemampuan di bidang manajerial dan organisatoris dari pengalamannya sebagai politisi senior dan purnawirawan TNI, sementara Hary Tanoesoedibjo tidak diragukan lagi kepiawaiannya dalam memimpin kerajaan bisnis. "Pencapresan ini sudah tidak perlu lagi dipersoalkan, dipergunjingkan bahkan sampai muncul gosip yang menyebalkan," kata Nuning. Namun demikian, ujarnya, dia tak menampik adanya keraguan sejumlah kalangan akan kemampuan pasangan Wiranto-HT dalam memenangi pilpres, termasuk di dalam tubuh Partai Hanura sendiri. "Masukan dari mereka yang tidak setuju membuat kita mawas diri, dan kita ke depan akan lebih hati-hati. Saya tetap pada prinsip bahwa keputusan Wiranto-HT tidak main-main dan berlangsung dalam jangka panjang," tuturnya. Sebelumnya, Lembaga Survei Nasional (LSN) merilis bahwa Partai Hanura berada di posisi keempat bila Pemilu diadakan saat survei dilakukan, yakni 6,9 persen suara. Berada di urutan teratas, Partai Golkar meraih 19,7 persen, PDI Perjuangan 18,3 persen, Partai Gerindra 13,9 persen, Partai Demokrat 6,1 persen, PKB 4,8 persen, Partai Nasdem 4,6 persen, PAN 3,8 persen, PBB 1,4 persen, dan PKPI 0,5 persen. Survei LSN dilaksanakan pada 1-10 Mei 2013 dengan jumlah sampel 1.230 responden. Tekniknya, pengambilan sampel secara acak bertingkat atau multistage random sampling dengan margin of error 2,8 persen, dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen. Sementara itu, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan bantuan atau pedoman kuesioner. Responden terdistribusi 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan. Hasil survei juga dilengkapi dengan riset kualitatif berupa media analisis dari sejumlah surat kabar nasional dan daerah. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
