
Malaysia Bantah Jadi Sarang Teroris

Kuala Lumpur, (Antara) - Menteri Pertahanan Hishammuddin Hussein membantah tudingan bahwa Malaysia sudah menjadi sarang teroris, menyusul hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 yang belum diketahui keberadaannya sampai saat ini. "Saya membantah sekeras-kerasnya tudingan itu. Tudingan tersebut tidak ada dasarnya, dan tidak ada kaitannya dengan situasi saat ini," kata Hishammuddin yang juga pemangku Menteri Transportasi, dalam jumpa pers di Hotel Sama Sama KLIA, Sepang, Selasa. Ia mengatakan tuduhan tersebut muncul terkait adanya dua penumpang Iran yang menggunakan paspor curian untuk menaiki pesawat yang hilang sejak Sabtu (8/3) tersebut. Pesawat MH370 yang membawa 239 penumpang termasuk kru hilang satu jam setelah lepas landas dari bandara KLIA Kuala Lumpur menuju Beijing. Pesawat tersebut dinyatakan telah menyimpang dari jalur asalnya dan diperkirakan mengambil rute di koridor utara atau selatan. Sistem komunikasi di dalam pesawat juga dimatikan dengan sengaja, sehingga menimbulkan kecurigaan pesawat tersebut telah dibajak atau disabotase. Namun sampai saat ini belum ada pihak yang mengklaim melakukan ataupun meminta tebusan, dan lokasi pesawat juga tidak diketahui keberadaannya. Sementara itu Menteri Luar Negeri Anifah Aman mengatakan operasi pencarian pesawat tersebut merupakan isu yang kompleks karena melibatkan 25 negara dan pihaknya sudah mengirimkan nota diplomatik ke 12 negara. "Politik tidak penting disini. Dan saya rasa tidak ada yang ingin membuat publisitas murahan disini," katanya. Menlu juga menyatakan pemerintah belum merasa perlu untuk menghubungi Iran dan meminta bantuan negara tersebut. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
