Logo Header Antaranews Sumbar

Sinar Mas: Kebakaran Konsesi Bukan Disengaja

Sabtu, 15 Februari 2014 10:43 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antara) - Manajemen Sinar Mas Group menyatakan kebakaran yang terjadi di dalam sejumlah konsesi anak perusahaannya di Provinsi Riau bukan karena disengaja melainkan berasal dari pembakaran lahan yang diduga milik warga disekitar area mereka. "Kebakaran dari lahan diluar konsesi, bukan karena disengaja. Karena itu, sekarang kami merasa terancam dengan adanya kebakaran dari luar yang merambat masuk ke lahan perusahaan," kata Juru Bicara Sinar Mas Group, Nurul Huda, di Pekanbaru, Sabtu. Ia mengatakan pihaknya mengakui telah terjadi kebakaran di area konsesi hutan tanaman industri anak perusahaan mereka, yaitu PT Arara Abadi di Kabupaten Bengkalis, Siak dan Pelalawan. Menurut dia, manajemen mendukung kepolisian yang melakukan penyelidikan terhadap kebakaran tersebut. "Kami dalam sikap mendukung sepenuhnya langkah kepolisian supaya ada kepastian hukum, supaya jangan ada kebakaran terjadi lagi," ujarnya. Ia mengatakan perusahaan sedang melakukan antisipasi untuk pemadaman kebakaran lahan di konsesi dan lahan disekitarnya melalui darat dan udara. Tim pemadam kebakaran di darat didukung oleh 20 regu berisi 200 personel. Sedangkan pemadaman di udara menggunakan dua helikopter untuk bom air. "Sekarang kita arahkan pemadaman dengan helikopter ke Kabupaten Rokan Hilir dan Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan," ujarnya. Sebagai bentuk keprihatinan terhadap asap sebagai dampak kebakaran lahan, lanjutnya, Sinarmas Group memberikan bantuan 20 ribu masker medis kepada masyarakat di daerah yang terselimuti asap. Pembagian masker di Kota Pekanbaru dilakukan berjumlah 2.014 masker kepada pengguna jalan. "Kita memiliki tanggung jawab moral untuk membantu masyarakat," ujarnya. Ia mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan luas lahan perusahaan yang telah terbakar. Namun, berdasarkan data Polda Riau dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, luas area PT Arara Abadi dari Sinarmas Group diperkirakan mencapai 35,7 hektare di Kabupaten Pelalawan dan Siak. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026