
Dinkes Riau Minta Bantuan Masker Antisipasi Asap

Pekanbaru, (Antara) - Dinas Kesehatan Riau meminta bantuan masker medis kepada Kementerian Kesehatan untuk mengantisipasi tingginya permintaan masker akibat memburuknya kualitas udara yang tercemar asap sisa kebakaran lahan dan hutan. "Kami mengusulkan tambahan sebanyak 100 ribu masker kepada Kementerian Kesehatan, namun sejauh ini usulan belum dipenuhi," kata Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Riau Dewani kepada Antara di Pekanbaru, Selasa. Ia mengatakan permintaan masker dari pemerintah kabupaten/kota yang udaranya tercemar asap kebakaran sangat tinggi dalam sepekan terakhir. Sejak awal Februari, lanjutnya, sudah 30.300 masker didistribusikan Dinas Kesehatan atas permintaan sejumlah pemerintah daerah. "Permintaan ini sangat tinggi, kami khawatir stok masker jangan sampai kosong karena masker medis ini bukan hanya untuk kejadian asap saja," ujarnya. Ia mengatakan, sebelumnya persediaan masker dinas kesehatan pada awal tahun 2014 mencapai sekitar 120 ribu namun kini berkurang tinggal 89.700 akibat tingginya permintaan pada awal Februari. Bahkan, ia mengatakan sudah ada surat dari beberapa pemerintah daerah untuk permintaan masker yang sudah masuk ke Dinas Kesehatan. "Sejauh ini sudah ada surat permintaan yang masuk dari Pemerintah Kabupaten Siak, Indragiri Hilir, Kampar dan Kota Dumai," katanya. Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan telaah dan melakukan skala prioritas untuk pengiriman masker. Daerah yang paling parah kualitas udaranya segera dipenuhi permintaannya. Ada dua daerah yang kualitas udara sudah dalam status "sangat berbahaya" (hazardous) karena tercemar polusi asap, yaitu Kota Dumai dan Kabupaten Siak. Hasil pemantauan alat Indukes Standar Polusi Udara (ISPU) di Kota Dumai menunjukan angka pencemaran mencapai 449 Psi, dan di Kabupaten Siak mencapai 485. Angka di atas 300 Psi sudah menandakan kualitas udara dalam status "sangat berbahaya". Dewani menambahkan, pihaknya mengimbau pemerintah kabupaten/kota melakukan pengganggaran dalam APBD untuk membeli masker medis sehingga bisa mengurangi permintaan ke Dinas Kesehatan Provinsi Riau. "Selain itu, perusahaan-perusahaan juga dimbau untuk ikut membantu penyediaan masker untuk masyarakat di sekitar area kerja mereka," katanya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
