
Tentara Yaman Bunuh Dua Orang Pemrotes

Aden, (Antara/AFP) - Pasukan Yaman menembaki satu protes terhadap penembakan mematikan tentara di tenda pemakaman yang dilakukan oleh Gerakan Selatan, menewaskan dua orang pada Sabtu. Empat demonstran juga terluka ketika tentara melepaskan tembakan di luar kantor gubernur provinsi di kota selatan Daleh, kata aktivis Majed Shuaibi kepada AFP. Ratusan warga ikut dalam protes terhadap penembakan yang terjadi pada Jumat (27/12) di tenda pemakaman, yang menewaskan 19 orang, empat di antaranya anak-anak, kata sumber-sumber medis. Gerakan Selatan - yang mengampanyekan otonomi atau pemisahan diri langsung dari selatan sebelum kemerdekaan - telah mendirikan tenda untuk pelayat yang menyampaikan belasungkawa mereka setelah seorang pria tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanandi Daleh pada Senin. Bentrokan meletus ketika separatis berusaha menyerbu kantor gubernur untuk mengibarkan bendera bekas Yaman Selatan. Pertempuran meninggalkan dua polisi dan sipil tewas. Dalam sebuah pernyataan, dewan tertinggi Gerakan Selatan yang dipimpin oleh aktivis terkemuka Hassan Baoum, mengatakan: "Pembantaian mengerikan bahwa rezim pendudukan Yaman telah berkomitmen ... menegaskan perlunya bagi rakyat selatan untuk mengangkat senjata dalam menghadapi genosida" terhadap mereka. Setelah pemerintahan kolonial Inggris berakhir pada tahun 1967, Yaman selatan merdeka sampai terjalin persatuan dengan utara pada tahun 1990. Upaya pemisahan empat tahun kemudian memicu perang saudara singkat tetapi berdarah, yang berakhir dengan pasukan utara mengambil alih selatan. Keluhan selatan telah menghambat transisi politik menyusulAli Abdullah Saleh yang telah memerintah selama 33 tahun mengundurkan diri tahun lalu setelah gerakan Musim Semi Arab menginspirasi protes-protes. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
