Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Pasaman Barat tambah armada pengangkut sampah upaya kebersihan lingkungan

Rabu, 3 Juni 2026 16:34 WIB
Image Print
Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat sedang mengangkut sampah di tempat pembuangan sampah Simpang Tigo, Kecamatan Luhak Nan Duo. ANTARA/HO-Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat.

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup menambah armada pengangkut sampah dalam upaya memaksimalkan kebersihan lingkungan

"Kita masih kekurangan armada pengangkut sampah. Saat ini tahap pengadaan sehingga sampah yang ada bisa maksimal dibawa ke tempat pembuangan akhir," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat Afkar di Simpang Empat, Rabu

Menurutnya saat ini sudah proses pengadaan sedang berjalan yakni untuk armada truk sebanyak tiga unit, becak sembilan unit dan kontainer sebanyak sembilan unit.

"Kita kekurangan armada sampah. Saat ini hanya dua truk, tujuh becak dan dua unit pick up," ujar dia.

Dengan jumlah armada saat ini, pihaknya sangat kewalahan melakukan pengangkutan sampah secara maksimal.

"Saat ini ada sekitar 70 sampai 80 ton sampah di Simpang Empat Kecamatan Pasaman, Simpang Tigo, Luhak Nan Duo dan daerah sekitarnya setiap hari. Dengan armada saat ini kita hanya bisa membawa 50 ton ke tempat pembuangan akhir di Muaro Kiawai," ujar dia.

Pihaknya juga telah menyediakan satu tempat pembuangan sampah di Simpang Tigo dan akan menambahnya di Simpang Empat nantinya.

"Di dekat perkantoran juga telah disediakan tong sampah sehingga masyarakat mudah membuang sampah dan tidak berserakan," kata dia.

Dia menjelaskan untuk sampah rumah tangga juga dipungut biaya Rp20 ribu per bulannya dan sampah toko Rp50 ribu per bulan dalam rangka menambah pendapatan daerah dari sektor sampah.

Untuk teknis pemungutannya mulai Januari 2026 lalu masyarakat langsung membayar ke kerekening daerah. Namun kedepannya akan dilakukan dengan sistem aplikasi sehingga tidak ada pemungutan langsung di masyarakat.

"Pada 2025 lalu pendapatan dari retribusi sampah untuk pendapatan daerah mencapai Rp217 juta. Kedepannya akan kita maksimalkan sambil melengkapi armada baru," kata dia.

Pihaknya juga meminta kesadaran masyarakat dalam membuang sampah. Jangan membuang sampah sembarangan sehingga merusak lingkungan.

"Di Indonesia saat ini digalakkan gerakan memilah sampah. Masyarakat diminta memisahkan sampak organik (terurai) dan an organik sehingga yang di bawa ke TPA adakan sampah an organik saja," katanya menjelaskan.

Dia menyebutkan sosialisasi mengenai gerakan memilah sampah akan ditingkatkan kedepannya termasuk himbauan agar tidak membuang sampah sembarangan.




Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026