Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot Pariaman kerahkan tim periksa kesehatan hewan kurban

Selasa, 26 Mei 2026 16:03 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Sumbar Marlina Sepa sedang memberikan sambutan pada sebuah kegiatan. Antara/HO-Diskominfo Pariaman

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat mengerahkan tim untuk memeriksa kesehatan hewan kurban guna memastikan daging yang akan dikonsumsi warga di daerah itu pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sehat dan aman dikonsumsi.

"Tim mulai memeriksa kesehatan sapi hari ini hingga Jumat," kata Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Marlina Sepa di Pariaman, Selasa.

Ia mengatakan tim melakukan pemeriksaan baik antemortem maupun postmortem pada hewan kurban tersebut. Pemeriksaan antemortem yaitu tim akan memeriksa kesehatan hewan masih hidup atau sebelum disembelih serta memberikan label jika ternak tersebut layak untuk dipotong untuk kebutuhan kurban.

Sedangkan pemeriksaan postmortem yaitu tim memeriksa kesehatan hewan kurban setelah dipotong guna memastikan daging dan organ dalamnya layak untuk dikonsumsi.

"Dilihat daging dan bagian organ dalam di antaranya hati usus dan lainnya, jika ditemukan cacing atau organisme lain itu tidak boleh dikonsumsi," katanya.

Ia menjelaskan hal tersebut dilakukan guna memastikan hewan kurban yang akan dipotong tersebut sesuai dengan syarat yang ditentukan serta dagingnya aman dan layak untuk dikonsumsi.

Ia menyampaikan tim melakukan pemeriksaan ternak berdasarkan data yang telah terhimpun dari desa dan kelurahan yang akan melaksanakan pemotongan hewan kurban.

Ia menyebutkan berdasarkan data terhimpun diketahui ada 979 ekor hewan akan dipotong untuk lebaran haji nanti dengan rincian 905 ekor sapi, enam ekor kerbau, dan 68 ekor kambing.

Meskipun Pemkot Pariaman telah mengerahkan tim untuk mengawasi pemotongan hewan kurban namun pihaknya tetap meminta penyelenggara memperhatikan kesehatan dan kebersihan daging agar tidak terkontaminasi dengan zat atau organisme yang dapat membahayakan.

Selain itu warga juga diminta membersihkan daging dengan baik dan memasaknya dengan sempurna agar aman dikonsumsi sehingga tidak membahayakan kesehatan.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026