Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot Pariaman proyeksikan Hoyak Tabuik 2026 penggerak ekonomi riil masyarakat

Kamis, 14 Mei 2026 16:35 WIB
Image Print
Ribuan wisatawan menyaksikan puncak pelaksanaan Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2025, Tabuik Dibuang ke Laut sambil mengabadikannya menggunakan gawai. ANTARA/Aadiaat M. S

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat memproyeksikan perhelatan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 yang dilaksanakan dari 16 sampai 28 Juni menjadi motor penggerak ekonomi riil bagi masyarakat dengan mengoptimalkan sektor kuliner hingga industri kreatif.

"'Iven' (kegiatan) ini harus menjadi penggerak ekonomi riil bagi masyarakat Kota Pariaman, mulai dari sektor kuliner hingga kerajinan tangan bahkan penginapan," kata Wakil Wali (Wako) Kota Pariaman Mulyadi di Pariaman, Kamis.

Ia mengatakan kegiatan yang telah dilaksanakan setiap tahunnya di daerah itu selain sebagai upaya pelestarian budaya juga harus memberikan dampak konkret pada peningkatan perekonomian masyarakat.

Ia menyampaikan guna menjadikan perhelatan yang dilaksanakan setiap awal Muharram tersebut berdampak pada perekonomian masyarakat maka pada tahun ini agenda dalam Tabuik tidak saja diisi oleh prosesi inti namun juga diperkaya dengan kegiatan pendukung.

Wako menyebutkan sejumlah kegiatan pendukung pada perhelatan yang pada tahun ini kembali masuk ke dalam Kharisma Iven Nusantara tersebut yaitu di antaranya 'Tabuik Culture Fashion Festival', Festival Kuliner Tradisional Piaman, serta bazar ekonomi kreatif yang melibatkan UMKM lokal.

“Selain prosesi utama, acara Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman Tahun 2026 juga akan diwarnai dengan beragam atraksi budaya Minangkabau, pertunjukan seni tradisional dan modern," katanya.

Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman, kata dia, merupakan warisan budaya yang telah menjadi ikon kebanggaan Pariaman selama lebih dari dua abad. Oleh karena itu, lanjutnya kegiatan ini akan kembali digelar dengan kemasan yang lebih atraktif, profesional, dan berkelas internasional.

Mulyadi mengatakan guna mendukung target penguatan ekonomi tersebut maka penyelenggaraan Tabuik 2026 akan dikemas dengan tema 'Magnificent West Sumatera: Tradisi yang Tak Pernah Mati' atau Sumatera Barat yang Memesona: Tradisi yang Tak Pernah Mati.

Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Tabuik agar menyelenggarakan seluruh prosesi mulai dari 'Maambiak Tanah hingga Tabuik Dibuang ke Laik' tetap menjaga kekompakan dan keaslian tradisi.

Ia menekankan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung karena hal tersebut harus menjadi prioritas. Mantan anggota DPRD Pariaman tersebut juga menginstruksikan jajarannya untuk memperbaiki penataan parkir dan rekayasa lalu lintas guna memberikan kelancaran lalu lintas dan kenyamanan terhadap pengunjung.

Ia menambahkan guna melancarkan kegiatan tersebut Pemkot Pariaman beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Pariaman, tokoh adat, serta panitia pelaksana melaksanakan rapat pada Rabu, 12 Mei.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026