Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot Pariaman minimalisir penggunaan gawai pada anak melalui permainan tradisional

Selasa, 26 Mei 2026 15:24 WIB
Image Print
Wako Pariaman, Sumbar Yota Balad bersama forum komunikasi vertikal serta sejumlah pejabat di daerah itu menjajal permainan pada Lomba Olahraga Tradisional Tingkat Sumatera Barat 2026. Antara/HO-Diskominfo Pariaman

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat meminimalisir penggunaan gawai pada anak dengan memperkenalkan permainan tradisional kepada siswa SD sederajat melalui perlombaan.

"Kita hilangkan ketergantungan anak-anak kita dengan HP (handphone) sejenak," kata Wali Kota Pariaman Yota Balad di Pariaman, Selasa.

Ia mengatakan permainan tradisional tidak saja dapat menanamkan rasa cinta dari generasi muda terhadap budaya namun juga dapat menjaga motorik tubuh dan kefokusan anak.

Oleh karena itu ia meminta guru dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman untuk memasukkan permainan tradisional ke dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Dalam upaya memperkenalkan permainan tradisional tersebut, Pemkot Pariaman melaksanakan Lomba Olahraga Tradisional Tingkat Sumatera Barat 2026 pada Senin kemarin.

Kegiatan yang diikuti oleh 939 peserta tersebut dilaksanakan untuk menyelamatkan generasi muda dari ketergantungan gawai sekaligus melestarikan budaya lokal.

Kepala Disdikpora Kota Pariaman, Hertati Taher menjelaskan bahwa lomba olahraga tradisional tingkat Sumatera Barat 2026 diikuti oleh siswa SD/MI Kota Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, hingga Kabupaten Solok.

“Ada lima cabang permainan tradisional legendaris yang diperlombakan dan sukses memicu keseruan," katanya.

Ia menyebutkan adapun lima cabang permainan tradisional tersebut yaitu Pacu Upiah, Tangkelek Panjang, Pacu Ban, Tangkelek Batok dan Ketapel.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026