
Sapi kurban dari Presiden di Pariaman dibeli seharga Rp89 juta

Pariaman (ANTARA) - Sapi kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah dari Presiden untuk warga Kota Pariaman, Sumatera Barat dengan berat 883 kilogram dibeli dari peternak di Desa Pauh Timur, Kecamatan Pariaman Tengah dengan harga Rp89 juta.
"Awalnya peternak menawarkan harga sapinya sembilan puluh juta rupiah, tapi setelah pihak Sekretariat Negera RI negosiasi harganya menjadi delapan puluh sembilan juta rupiah," kata Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Marlina Sepa di Pariaman, Selasa.
Ia mengatakan tim dari Sekretariat Negara RI juga telah meninjau kondisi sapi tersebut secara langsung beberapa hari yang lalu karena sebelumnya pihak pemerintah pusat itu hanya melihat dan negosiasi melalui konferensi video.
"Pariaman menjadi salah satu daerah yang dikunjungi di Sumatera Barat," katanya.
Ia menyampaikan jenis sapi kurban dari Presiden RI tersebut yaitu 'bali simental' yang rencananya akan dipotong di Masjid Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah pada Rabu, 27 Mei 2026.
Menurutnya dengan pembelian sapi dari pemerintah pusat tersebut dapat memotivasi peternak-peternak di Pariaman untuk memelihara dan menggemukan sapinya.
"Bagi peternak tentu merupakan kebanggan karena sapinya dibeli pemerintah pusat dengan harga yang mahal," katanya.
Karena semangat tersebut, lanjutnya peternak sapi di Pariaman menyatakan siap memenuhi permintaan kabupaten dan kota lainnya yang sapinya tidak memenuhi syarat yang ditentukan.
Selain peternak, pengurus masjid dan warga yang menjadi lokasi pemotongan sapi dari presiden juga antusias melaksanakan kegiatan dan mendapatkan daging dari hewan kurban tersebut.
Ia menyampaikan syarat sapi untuk menjadi hewan kurban dari presiden yaitu selain umur yang telah mencukupi dan sehat juga memiliki berat 800 kilogram ke atas.
Ia menyebutkan populasi sapi di Pariaman hingga akhir 2025 mencapai 2.657 ekor yang terdiri dari 1.250 ekor jantan dan 1.407 ekor betina.
Pewarta: Aadiaat Makruf S.
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
