Logo Header Antaranews Sumbar

Pariaman upayakan tingkatkan tipe RSUD perkuat mitigasi bencana tsunami

Rabu, 20 Mei 2026 15:58 WIB
Image Print
Wako Pariaman, Sumbar Yota Balad (kanan) menyerahkan proposal  peningkatan tipe RSUD dr. Sadikin dari D ke C kepada Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus (tengah). Antara/HO-Diskominfo Pariaman

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) mengupayakan peningkatan tipe RSUD dr. Sadikin dari D ke C sebagai langkah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat mitigasi bencana tsunami di daerah itu.

"RSUD dr. Sadikin merupakan satu-satunya rumah sakit di Kota Pariaman yang berada di zona aman bencana tsunami," kata Wali Kota (Wako) Pariaman Yota Balad di Pariaman, Rabu.

Ia mengatakan saat ini tipe rumah sakit tersebut masih D sehingga masih memiliki banyak keterbatasan sarana dan prasarana padahal fasilitas kesehatan itu posisinya relatif strategis baik sebagai rujukan bagi warga setempat maupun sebagai penyangga bagi warga dari kabupaten tetangga.

Apalagi, kata dia lokasinya yang berada di ketinggian membuat potensi fasilitas kesehatan itu selamat dari bencana tsunami yang kerap mengancam daerah itu lebih tinggi dibandingkan rumah sakit lainnya yang ada di Pariaman.

"Oleh karena itu, kelanjutan pembangunannya menjadi prioritas mutlak demi menjamin pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan tanpa terputus, terutama saat terjadi situasi darurat atau bencana alam," katanya.

Wako menyampaikan dalam upaya peningkatan tipe RSUD dr. Sadikin menjadi C tersebut Pemkot Pariaman bersama Wakil Gubernur Sumbar mengunjungi Kantor Kementerian Kesehatan pada Selasa, 19 Mei.

Pada pertemuan yang juga dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Gerindra Ade Rezki Pratama tersebut, lanjutnya rombongan disambut oleh Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus.

Terpisah, Ade Rezki Pratama menyatakan dirinya memastikan akan mengawal aspirasi Pemkot Pariaman tersebut di pemerintah pusat karena permintaan dari daerah itu berkaitan dengan keselamatan masyarakat.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat memperkuat langkah mitigasi bencana untuk menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami melalui penyusunan cetak biru atau 'blueprint' mitigasi serta pemanfaatan teknologi peringatan dini guna meminimalisir terjadinya korban.

"Saya sudah memerintahkan BPBD untuk membuat 'blueprint' mitigasi bencana. Nantinya ini akan kami sampaikan ke Bappenas dan BNPB mengingat kondisi daerah yang memang rentan bencana," kata Wali Kota Pariaman, Yota Balad, di Pariaman.

Ia mengatakan bahwa cetak biru tersebut akan mencakup pemetaan jalur evakuasi dan titik-titik tempat evakuasi yang lebih tertata bagi masyarakat.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026