
Guru besar UIN Raden Fattah: STAI Ar Risalah miliki strategi jitu hadapi globalisasi

Padang (ANTARA) - Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fattah Palembang Prof Saipul An Nur menilai Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ar Risalah menilai STAI Ar Risalah memiliki strategi jitu menghadapi globalisasi.
"Yayasan dan tim STAI Ar Risalah mampu menyiapkan stategi jitu menghadapi tantangan golabilisasi lewat jalur pendidikan yang berbasif kearifan lokal yaitu sekolah berasrama atau pesantren," kata dia melalui siaran pers yang diterima di Padang, Jumat.
Ia menyampaikan hal itu dalam kunjungan Assessment Lapangan akreditasi Prodi PAI STAI Ar Risalah.
Menurut dia, konsep sekolah berasrama adalah konsep ideal dalam menyiapkan anak bangsa mampu beradaptasi di dunia nyata.
"Dengan nilai-nilai dasar karakter,anak didik punya modal untuk menjadi pemimpin yang punya idealisme dan kenegarawan, bukan sebagai pengikut apalagi korban kemajuan,tetapi penggerak dan pengelola kemajuan," imbuhnya.
Mulyadi Muslim selaku ketua Dikti STAI Ar Risalah menyampaikan bahwa kekuatan Yayasan ada pada konsep pengembangan lembaga berbasis wakaf dan cita-cita besar memajukan pendidikan islam dengan pola asrama.
Kemajuan teknologi dan budaya adalah keniscayaan di era modern. Anak bangsa yang tidak punya modal cukup akan menjadi korban kemajuan atau minimal gagap di saat derasnya arus globalisasi.
Kegelisahan ini yang melatarbelakangi berdirinya Perguruan Islam Ar Risalah sejak 22 tahun lalu.
Dibawah payung Yayasan Wakaf Ar Risalah tim terus bergerak dinamis dan progresif.Mulai darilembaga pendidikan tingkat SMP, MA,TK Qur an,SD Qu dan terakhir STAI Ar Risalah.
Ia menyampaikan literasi wakaf terus dikembangkan untuk keluarga besar yayasan dan terutama mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa.
"Bukti konkretnya, hari ini kita berada di rumah produksi lumin farms, melon premium hidroponik, usaha produktif dari modal Wakaf. Harapannya Yayasan dan STAI Ar Risalah terus berkontribusi untuk kemajuan dan keberlanjutan pendidikan karakter dalam menghadapi tantangan globalisasi," kata dia.
Pewarta: Rilis
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
