Logo Header Antaranews Sumbar

PSPP Padang Panjang protes PSSI terkait kuota Liga 4 Nasional

Sabtu, 16 Mei 2026 18:19 WIB
Image Print

Padang Panjang (ANTARA) - Persatuan Sepak Bola Padang Panjang (PSPP) Sumatera Barat mengajukan protes dan meminta penjelasan kepada PSSI setelah gagal lolos ke Putaran Nasional Liga 4 musim 2025/2026.

Protes tersebut disampaikan melalui surat resmi bernomor 33/PSPP-PP/V/2026 tertanggal 13 Mei 2026 yang ditujukan kepada Ketua Umum PSSI di Jakarta dan ditandatangani Ketua Umum PSPP Irsyad Hanif.

Dalam surat itu, PSPP menyatakan keberatan sekaligus meminta klarifikasi terkait dasar perhitungan koefisien penentuan 64 tim peserta putaran nasional, khususnya bagi tim nonjuara tingkat Asprov.

PSPP menilai keputusan tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat dan pemerhati sepak bola Sumatera Barat karena tim telah menjalani kompetisi dengan jumlah pertandingan yang cukup panjang.

“Kompetisi Liga 4 Sumatera Barat diikuti 10 tim dengan sistem setengah kompetisi, dilanjutkan semifinal home and away serta final single match. Tim yang mencapai empat besar harus menjalani hingga 12 pertandingan,” demikian isi surat tersebut.

Namun, PSPP menyoroti adanya sejumlah provinsi lain yang meloloskan lebih dari satu wakil ke putaran nasional meski jumlah pertandingan lebih sedikit.

Beberapa contoh yang disampaikan yakni Liga 4 Papua Barat Daya yang hanya diikuti enam tim namun meloloskan dua wakil dengan total enam pertandingan, Liga 4 Kalimantan Barat dengan total tujuh pertandingan hingga final, Liga 4 Papua Tengah yang hanya memainkan empat pertandingan sampai final, serta Liga 4 DKI Jakarta dengan total tujuh pertandingan bagi tim yang lolos.

Ketua Umum PSPP Irsyad Hanif menegaskan surat keberatan tersebut bukan untuk mencari polemik, melainkan demi memperoleh kejelasan regulasi dan rasa keadilan bagi seluruh peserta kompetisi.

“Kami hanya meminta penjelasan yang transparan terkait dasar penentuan tim yang lolos ke putaran nasional. Dari yang kami lihat, ada perbedaan jumlah pertandingan dan kuota di beberapa provinsi,” katanya.

Ia menyebut perjuangan tim musim ini sudah maksimal, mulai dari persiapan pemain, program latihan hingga dukungan masyarakat yang besar agar PSPP dapat tampil di tingkat nasional.

“Kami berharap ada penjelasan yang jelas agar tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat pecinta sepak bola, khususnya di Sumatera Barat,” ujarnya.

Dukungan terhadap langkah PSPP juga datang dari Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Porapar) Busmar Candra.

“Kita mendukung langkah PSPP untuk meminta klarifikasi secara resmi. Masyarakat juga ingin mengetahui bagaimana dasar penentuan kuota dan tim yang lolos ke putaran nasional,” katanya.

Menurut Busmar, perjuangan PSPP musim ini patut diapresiasi karena tim menunjukkan keseriusan dalam membangun prestasi sepak bola daerah.

“Kita berharap persoalan ini bisa mendapatkan penjelasan sehingga ke depan kompetisi berjalan lebih transparan dan fair,” ujarnya.

Hingga kini publik sepak bola Sumatera Barat masih menantikan penjelasan resmi dari PSSI terkait polemik penentuan kuota Putaran Nasional Liga 4 musim 2025/2026.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026