Logo Header Antaranews Sumbar

Pakar UNAND: sumber daya lokal hasilkan pakan ternak lebih ekonomis

Senin, 27 April 2026 17:20 WIB
Image Print
Pakar bidang ilmu eksplorasi pakan dari Universitas Andalas (UNAND) Sumatera Barat Prof Montesqrit (tengah) usai pengukuhan guru besar di Padang. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Kota Padang (ANTARA) - Pakar bidang ilmu eksplorasi pakan dari Universitas Andalas (UNAND), Padang, Sumatera Barat Prof Montesqrit mengemukakan pemanfaatan sumber daya lokal mampu menghasilkan pakan ternak yang lebih ekonomis guna mendukung peternakan berkelanjutan.

"Sumber daya lokal yang melimpah di Indonesia dapat dioptimalkan untuk menghasilkan pakan yang tidak hanya efisien dan ekonomis, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas produk ternak serta mendukung keberlanjutan sistem peternakan," kata dia di Padang, Senin.

Ia mengatakan dunia peternakan membutuhkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada produksi, melainkan juga pada efisiensi pemanfaatan sumber daya serta peningkatan nilai tambah bahan lokal.

Hal tersebut, ujar dia, tidak terlepas dari pembangunan peternakan yang terus menghadapi tantangan efisiensi dan keberlanjutan karena kebutuhan terhadap ternak terus meningkat. Sementara, di sisi lain ketersediaan bahan pakan konvensional semakin terbatas dan mahal.

Untuk menjawab tantangan tersebut, eksplorasi pakan menjadi salah satu hal yang relevan sebab bahan-bahan yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat dikaji ulang potensinya, baik sebagai sumber nutrien, bahan aditif, maupun sebagai komponen teknologi pakan.

"Eksplorasi pakan juga memberi ruang bagi pengembangan inovasi yang sesuai dengan karakteristik sumber daya lokal Indonesia," kata dia.

Ia telah melakukan sejumlah eksplorasi pakan di antaranya pengembangan teknologi mikroenkapsulasi minyak ikan menggunakan bahan penyalut alternatif berbasis bahan pakan lokal yakni tepung daging dan tulang, dedak padi, dedak gandum, bungkil kedelai serta bungkil kelapa untuk menggantikan bahan penyalut komersial yang mahal seperti isolat protein kedelai, gelatin, gum arab dan maltodekstrin tanpa mengorbankan kualitas produk.

"Hasil penelitian menunjukkan formulasi tertentu mampu menghasilkan mikrokapsul minyak ikan dengan efisiensi enkapsulasi yang baik," jelas dia.

Produk itu telah diaplikasikan dalam ransum ayam petelur, puyuh petelur serta ayam pedaging dengan hasil berupa peningkatan kandungan asam lemak omega-3, EPA dan DHA pada produk ternak.

Selain itu, ia juga telah mengeksplorasi tanaman herbal sebagai bahan tambahan alami pakan ternak pada unggas di antaranya daun mimba, daun mindi, daun jambu biji, daun salam, daun sirsak, kunyit enkapsulasi, daun belimbing wuluh, daun afrika, kulit manggis, daun kersen, daun kelor, kulit bawang merah dan kulit bawang putih.

Terakhir, terdapat pula eksplorasi maggot black soldier fly sebagai sumber protein, minyak dan kitosan sebagai pakan ternak alternatif di mana produk akhir berupa tepung maggot telah diaplikasikan pada unggas.

"Sementara fraksi minyak dan kitosannya juga tengah dikembangkan," tambahnya.



Pewarta:
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026