
Lemhannas: Wawasan Kebangsaan Perlu Dihidupkan Diinternal Parpol

Jakarta, (Antara) - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menilai wawasan kebangsaan di internal partai politik perlu dihidupkan kembali karena parpol merupakan tempat menyemai para calon pemimpin bangsa. "Wawasan kebangsaan ini perlu dihidupkan terus di internal parpol karena wawasan merupakan cara pandang. Kalau cara pandang kebangsaan tak dihidupkan, otomatis dia akan padam," kata Gubernur Lemhannas Budi Susilo Soepandji usai membuka dialog kebangsaan bersama caleg dan anggota pengurus 12 parpol peserta pemilu, di Gedung Lemhannas, Jakarta, Kamis. Menurut dia parpol perlu diarahkan pada pemahaman wawasan yang relatif homogen terkait wawasan kebangsaan agar sejarah perjuangan bangsa tak begitu saja padam karena wawasannya turun. "Ada perbedaan yang lebar antara pengertian wawasan kebangsaan di masa revolusi dan masa reformasi, tapi fenomenanya hampir sama," kata Budi. Ia mencontohkan pada masa perjuangan tak ada politik uang, namun dalam 32 tahun Indonesia berdiri, pembangunan fisik terus berjalan, ekonomi akhirnya menjadi tulang punggung. "Pada masa sekarang, Lemhannas merasa sulit mengembangkan wawasan kebangsaan yang berdasarkan idealisme semata. Masyarakat, terutama parpol, selalu menghitung dengan kekuatan-kekuatan materi," paparnya. Ia berharap dengan adanya dialog kebangsaan itu pemahaman mengenai wawasan kebangsaan dari anggota parpol bisa tumbuh kembali. "Banyak kritikan dari masyarakat kalau uang selalu dijadikan tolok ukur keberhasilan parpol. Nah, stigma itu harus dibantah," ujarnya. Bagi anggota parpol atau caleg yang saat ini sedang mengikuti pendidikan Lemhannas, kata dia, mampu menerapkan cita-cita nasional yang berdasarkan idealisme bangsa. "Ada tiga pokok pemahaman mendasar yang kita inginkan dari para caleg, yakni moralitas, intelektualitas, dan pemahaman tentang kebangsaan," tuturnya. Ia menambahkan seorang caleg tak bisa memahami kebangsaan jika intelektualitasnya terbatas, namun sebaliknya, orang yang intelektualitasnya tinggi tanpa wawasan kebangsaan justru akan kebablasan. "Yang paling penting adalah moralitas. Membangun moralitas juga harus dilandasi kejujuran. Itu semua yang harus menjadi modal dasar parpol," katanya. Lemhannas telah memberikan program pendidikan wawasan kebangsaan bagi caleg dan anggota parpol sejak beberapa pekan yang lalu. Program yang dinilai penting bagi peserta khususnya caleg untuk meningkatkan kualitas pemilu 2014 mendatang telah disetujui Komisi I DPR dan sudah memasuki angkatan ketiga. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
