Logo Header Antaranews Sumbar

Pasaman Barat catat produksi padi 20.245 ton

Kamis, 2 April 2026 15:49 WIB
Image Print
Salah satu lahan persawahan di Pasaman Barat. Hingga saat ini produksi padi di daerah itu mencapai 20.245 ton. ANTARA/Altas Maulana. (Upaya tingkatkan produksi padi)

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat melakukan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi dalam upaya meningkatkan produksi padi di daerah itu untuk menjaga ketahanan pangan.

"Upaya terus kita lakukan untuk mencapai target produksi 85.588 ton selama 2026. Pada awal 2026 ini sudah tercapai 20.245 ton," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasaman Barat Afdal di Simpang Empat, Kamis.

Menurut dia, bencana banjir pada akhir November 2025 lalu menyebabkan 1.005 hektare lahan pertanian terdampak dan puluhan hektare lahan padi sawah rusak.

"Bantuan dari pemerintah pusat juga telah kita terima untuk memperbaiki sarana pertanian yang ada," ujarnya.

Untuk mencapai target produksi itu, Afdal mengatakan dinas terkait akan melakukan sejumlah upaya baik intensifikasi maupun ekstensifikasi.

Upaya intensifikasi yang dilakukan, dengan optimalisasi lahan yang ada yakni memperbaiki indeks pertanaman, memperkuat sumber daya manusia dan mengubah pola pemanfaatan sumber daya yang ada.

"Kami memberikan motivasi kepada petani agar indeks pertanaman bisa ditingkatkan dari satu kali tanam sampai dua kali dan tiga kali setahun," katanya.

Selain itu juga memberikan sosialisasi mengenai pemilihan benih unggul, pemupukan dan penggunaan alat pertanian yang meminimalkan modal.

Selanjutnya upaya ekstensifikasi, katanya, berfokus pada perluasan sumber daya yang ada berupa perluasan sawah yang ada.

Juga membuat aturan melalui Peraturan Daerah mengenai larangan alih fungsi lahan atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Ia menyebutkan daerah sentra padi di Pasaman Barat terletak di Kecamatan Talamau, Kinali, Ranah Batahan dan Gunung Tuleh.




Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026