
Pasaman Barat peroleh Rp6,14 miliar tangani dampak bencana pertanian

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat memperoleh Rp6,14 miliar dari pemerintah pusat untuk penanggulangan dampak bencana di sektor pertanian tanaman pangan hortikultura.
"Anggaran dari pemerintah pusat melalui provinsi akan disalurkan nanti ke kelompok tani yang terdampak," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pasaman Barat Afdal di Simpang Empat, Kamis.
Menurut dia, dari anggaran yang diperoleh itu Rp6,14 miliar atau Rp6.416.800.000 akan digunakan untuk
pekerjaan konstruksi optimalisasi lahan atau oplah terdampak bencana (rusak ringan).
Untuk oplah terdampak bencana itu dengan volume 172 hektare dengan biaya Rp5.500.000 per hektare dengan jumlah biaya mencapai Rp998.460.000.
Lalu pekerjaan konstruksi optimalisasi lahan non rawa (reguler) dengan luas 754 hektare dengan biaya Rp5.500 000 per hektare dengan total anggaran Rp4.188.470.000.
"Kemudian pekerjaan konstruksi konservasi air dan antisipasi anomali (Dam Parit) dengan 10 unit. Biaya per unit Rp120 juta dengan total anggaran Rp1.229.870.000," jelasnya.
Dia menyebutkan pengerjaan itu nantinya berada di sembilan kecamatan yang ada dengan sistem swakelola.
"Saat ini masih tahap survei untuk perencanaan yang nantinya akan dimulai pekerjaannya," katanya.
Bencana alam pada akhir November 2025 lalu di Pasaman Barat menyebabkan banyak lahan pertanian terdampak karena hantaman banjir dan lumpur.
Pemkab Pasaman Barat terus berupaya melobi pemerintah pusat untuk perbaikan dampak bencana alam dari berbagai sektor.
Pewarta: Altas Maulana
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
