
Kemenag: Hilal tidak terlihat di Kota Bukittinggi

Kota Bukittinggi (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) mengatakan hilal penentu 1 Syawal 1447 Hijriah tidak terlihat di daerah Kota Bukittinggi karena tertutup oleh awan.
"Ternyata posisi hilal di titik pemantauan dari UIN tidak kelihatan karena terhalang oleh awan," kata Kepala Kantor Kemenag Kota Bukittinggi Eri Iswandi di Kota Bukittinggi, Kamis.
Kemenag Provinsi Sumbar menetapkan Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi sebagai salah satu titik pemantauan hilal di Ranah Minang. Lokasi pemantauan hilal ini dikarenakan perguruan tinggi itu memiliki fasilitas pendukung berupa observatorium atau pusat pengamatan dan penelitian astronomi yang dilengkapi teleskop permanen untuk mempelajari benda langit yang representatif.
Ia mengatakan meskipun hilal tidak terlihat dari Kota Bukittinggi, namun Kemenag setempat masih menunggu informasi lanjutan dari Kemenag RI terkait penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah.
Sebab, di saat bersamaan seluruh daerah di Tanah Air juga melakukan pemantauan hilal yang kemudian dilaporkan kepada Kemenag RI. Setelah semua laporan dari setiap daerah masuk maka akan ada penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah.
"Jadi hari ini 29 Ramadhan. Kalau hilal tidak terlihat maka disempurnakan puasanya menjadi 30," sebut dia.
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Prof Silfia Hanani mengatakan keberadaan fasilitas observatorium yang dimiliki kampus itu selama ini digunakan untuk praktik dan pembelajaran bagi mahasiswa Fakultas Syariah.
Setiap mahasiswa dari fakultas tersebut wajib mempelajari ilmu falak yang erat kaitannya dengan penghitungan waktu berdasarkan pergerakan benda langit, baik dilakukan secara manual maupun secara modern yang dibantu sarana planetarium.
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
