Logo Header Antaranews Sumbar

Kemensos sebut bansos kuartal pertama telah cair, juga untuk penyitas bencana Sumatera

Kamis, 26 Februari 2026 12:18 WIB
Image Print
Menteri Sosial Saifullah Yusuf didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Proyono (kiri) dan Sekjen Kementerian Sosial Robben Rico memberikan penjelasan terkait realisasi bansos reguler dan bansos adaptif korban bencana Sumatera dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (25/2/2026). ANTARA/HO-Biro Humas Kemensos

Jakarta (ANTARA) - Kemensos memastikan bansos reguler kuartal pertama sudah cair dan terealisasikan 90 persen dari total 18 juta keluarga penerima manfaat, termasuk bantuan serupa untuk 1,7 juta penyintas bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu malam, mengatakan bahwa bantuan sosial (bansos) reguler tersebut antara lain berupa bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako atau Pangan Non-Tunai (BPNT) yang pada kuartal pertama tahun ini dengan nilai disalurkan Rp20 triliun untuk 18 juta keluarga penerima manfaat.

Dalam periode penyaluran yang sama Kementerian Sosial menyalurkan Rp1,8 triliun untuk bansos reguler PKH dan sembako bagi 1,7 juta penerima manfaat yang juga penyintas bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.



“Bansos reguler untuk tiga provinsi itu diberikan kepada 1.763.038 keluarga penerima manfaat, nilai anggarannya Rp1,8 triliun,” ujarnya.

Disamping bansos reguler, Saifullah menjabarkan bahwa Kementerian Sosial juga menyalurkan bansos adaptif atau bansos kebencanaan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang meliputi bantuan logistik dan dapur umum, santunan korban meninggal/kematian dan luka, jaminan hidup, serta bantuan pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana.

Pada periode penyaluran tahap pertama yang dilangsungkan Kementerian Sosial nilai bantuannya Rp632,8 miliar sampai dengan dasarian kedua Februari ini untuk tiga provinsi tersebut.



Pewarta:
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026